Keterlibatan perempuan dalam perpolitikan Aceh

  • Whatsapp

Politik perempuan Aceh

Info Nanggroe – Aceh Besar 26 November 2018.

Perempuan Aceh dalam perjalanan sejarah telah menjadi bahan perbincangan dunia, hal itu di kerenakan peran perempuan Aceh dalam perjuangan mengusir penjajah. Kepemimpinan yang aktif ada pada perempuan Aceh yang menjadi turun-temurun dari leluhurnya.

Amna Syah Ridha saat di konfirmasi awak media mengatakan bahwa perempuan Aceh dalam dunia perpolitikan dan terlibatnya sebagai pengambil kebijakan di pemerintahan sangat minim. Hal ini menjadi kesenjangan dan ketidak seimbangnya pemenuhan hak-hak perempuan.

Kebijakan pemerintah terhadap harus adanya 30% keterwakilan perempuan di kursi parlemen suatu hal yang tepat. Menurut sekjen DPW PNA Aceh Besar ini dengan adanya keterwakilan perempuan di kursi legeslatif menjadi prioritas dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Aktifis perempuan dan juga caleg DPRK Aceh Besar Nomor Urut 1 PNA Daerah pemilihan (Dapil) 3 meliputi kecamatan Darul Kamal, Darul Imarah, dan Simpang Tiga menambahkan Ia prihatin dengan kondisi sekerang ini bahwa minimnya keterwakilan perempuan di kursi DPRK Aceh Besar, menurutnya kondisi ini berdampak Aspirasi dan kebijakan pro perempuan terabaikan. Hal tersebut menjadi sebuah alasan Amna (nama akrab) maju dalam Pileg 2019 kedepan.

 

Jika Ia terpilih, program prioritas utama memperjuangkan aspirasi perempuan yang selama ini tidak maksimal. Pengalaman sebagai aktivis perlindungan Anak dan perempuan bersama P2TP2A Khususnya di Aceh Besar mengajarkan Ia untuk terus dan terus menurus memperjuangkan hak-hak perempuan, salah satunya dengan terpenuhi kuota 30 % perempuan di DPR pungkasnya. (MS)

Rubrik       : Tak Berkategori