Keputusan Irwandi Yusuf Berhentikan Sejumlah Pengurus PNA Dinilai Anarkis dan Melanggar Hukum

  • Whatsapp

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com –Tim hukum DPP PNA menilai tindakan Irwandi Yusuf memberhentikan sejumlah pengurus partai PNA merupakan tindakan anarkis dan melanggar hukum.

Zairi Karnaini SH, salah seorang tim hukum DPP PNA menilai langkah yang diambil Irwandi terhadap sejumlah kader mulai dari Samsul Bahri (Tiyong), Miswar Fuady, Tarmizi dan Fahlevi adalah tindakan keliru.

“Bahkan kita ketahui Fahlevi merupakan kader terbaik PNA yang terpilih menduduki kursi DPRA dari dapil 2 Aceh dengan suara terbayak,” papar Zairi, Jum’at (13/9/2019).

“Tindakan Irwandi Yusuf adalah tindakan kalap dan tidak bijak, karena beliau mengetahui PNA akan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB),” tambahnya.

Ia melanjutkan, Pemecatan sepihak yang dilakukan oleh Irwandi Yusuf  terhadap beberapa kader yang hebat dalam tubuh PNA adalah tindakan yang inkonstitusional dan tidak berpedoman pada AD/ART dan peraturan perundangan yang berlaku.

“Pemecatan itu tidak sah, karena tidak melewati proses sebagaimana diatur dalam konstitusi Partai. Ini adalah tindakan teror dan otoriter. Dan kami kader dalam tubuh partai tidak pernah goyah. Karena kami berpendapat Partai ini adalah partai yang dimiliki oleh rakyat Aceh, bukan partai milik personal atau keluarga,” pungkas Zairi Karnaini.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PNA Irwandi Yusuf kembali memberhentikan Tarmizi dan Rizal Falevi Kirani dari Ketua I dan Ketua II DPP PNA.

Sebelum itu Irwandi juga mengganti Ketua Harian dan Sekjen DPP. Tak sampai disitu bola panas terus bergulir Majelis Tinggi Partai (MTP) PNA melalui rapat khusus yang dilaksanakan di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (5/9) pekan lalu memberhentikan Irwandi Yusuf dari posisi ketua umum partai itu.

Aliexpress WW
Rubrik       : Tak Berkategori