Kadis Pendidikan Aceh Besar paparkan Inovasi Sistem Pendidikan Terpadu di Makasar

  • Whatsapp

Aceh Besar, INFONANGGROE.com – Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar DR Silahuddin M.Ag menjadi pembicara dalam Workshop dan Seminar Nasional tentang Inovasi Pendidikan di Kampus SIT Nurul Fikri – Makassar, 27 Agustus 2019.

Seminar Nasional tersebut digagas untuk mengeksplorasi inovasi-inovasi pendidikan yang telah diterapkan dibeberapa daerah di Indonesia secara inovatif dan terintegrasi dengan sistim pendidikan Nasional serta mengikuti kebutuhan dan tantangan global.

DR. Silahuddin M.Ag memaparkan Inovasi Sistim Pendidikan Terpadu yang telah setahun lebih diterapkan di Aceh Besar dengan mengkolaborasikan pendidikan umum dan pendidikan islami berkarakter untuk menggapai misi mewujudkan manusia yang memiliki kecerdasan otak, lembut hati dan mempunyai skill (keahlian).

“Sasaran Sistim Pendidikan Terpadu adalah mentrasfer knowledge dan mentransfer nilai,” Ungkap Sila.

Ia menceritakan bahwa langkah awal yang dilakukannya adalah dengan membudayakan kembali disiplin kepada kepala sekolah dan guru, membudakan salam bagi siswa dengan guru, menjaga kebersihan serta membudayakan sholat dhuha. Hal itu dilakukan agar siswa mengetahui yang mana guru dan bagaimana menghargai dan menghormatinya supaya kemudian transfer knowledge dan nilai dapat terlaksana dengan baik.

“Guru jangan hanya menyelesaikan kewajiban mengajar saja, tetapi harus memiliki tanggung jawab mendidik dengan skill dan hati,” Tegas Silahuddin.

Ia menceritakan bahwa SPT tersebut diawali dengan memastikan persoalan disekolah dengan menanggalkan pakaian kedinasannya, sehingga ia dapat melihat langsung persoalan pendidikan dilapangan baik sikap kepala sekolah, guru dan siswa. Sehingga metode keteladanan ditunjukkan untuk menjawab persoalan mendasar tersebut dengan sering melakukan kunjungan dan sidak ke sekolah-sekolah. Itulah salah satu langkah awal yang dilakukan kadis pendidikan Aceh Besar yang diungkapkan dalam forum workshop dan seminar nasional sebelum sistim pendidikan terpadu direalisasikan.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gowa, DR Salam M.Pd juga menyampaikan inovasi penerapan pendidikan tuntas berkelanjutan di Gowa dengan misi Merobah pola pikir, hati dan perilaku. Gowa menerapkan sistim tidak mengenal tinggal kelas sehingga yang dikenal tuntas dan belum tuntas.

“Di negara maju lainnya yang pernah kita kunjungi hanya mengenal tuntas dan belum tuntas dalam kompetensi jenjang pendidikannya,” Terang Salam.

Ia juga menjelaskan bahwa Gowa menerapkan kelas bukan sebagai satu satunya tempat belajar, tetapi lingkungan menjadi wahana pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi modern.

Pemateri lainnya antara lain Direktur Nurul Fikri EducationCenter, Rahmat S Syehani, M.Pd, Kadis Pendidikan Depok dan DR Fahmy Alaydroes MM MEd.

Workshop dan Seminar Nasional yang berlangsung sejak 27 hingga 29 Agustus 2019 diikuti oleh seratusan kepala sekolah yayasan Nurul Fikri seluruh Indonesia, mahasiswa dan masyarakat umum.

Turut hadir Kepala Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan RI Dr. Awaluddin Tjala M.Pd, Kadis Pendidikan Prov. Sulawesi Selatan, Pakar Pendidikan dan Penggagas Sekolah Islam Terpadu

Rubrik       : Tak Berkategori