Kabag TU: ASN dan Pramubakti Sama sama Bisa Dijatuhi Sanksi Kedisiplinan

  • Whatsapp

Banda Aceh (Info Nanggroe) – Di depan peserta apel Senin (26/11) Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, H Saifuddin SE kembali mengulangi beberapa sanksi administrasi bagi pegawai, yang selama ini belum disiplin.

Kabag TU sampaikan, bahwa beberapa hari lalu telah pula digelar rapat bersama Kakanwil, Kabag TU, para Kabid, Pembimas, dan Kasubbag, yang antara lain agendanya pengevaluasian akan kedisiplinan dan kinerja aparaturnya.

Sebutnya, rutin kepada pihaknya selalu dilaporkan print absensi bulanan. Masih ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang jika dikalkulasikan jumlah jam ketidakhadirannya sudah memenuhi kriteria, untuk dijatuhi sanksi administrasi. Sebab ini diatur dalam regulasi ASN, dan bahkan sudah bisa dijatuhi sanksi pemecatan.

Dalam UU ASN Nomor 5/2014 ini memuat pasal demi pasal yang mengatur tentang ASN, mulai dari asas, prinsip dasar, kode etik, kode perilaku, kedudukan, status, dan lainnya, bertujuan untuk menumbuhkan iklim kerja yang profesional kepada para aparatur sipil negara.

Diperjelas dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11/2017 tentang Pegawai Negeri Sipil.

“Jadi jangan terkejut nanti jika diserahkan bukti sanksi administrasi bagi yang memenuhi kriteria untuk diberi sanksi,” ingatnya.

Bahkan, jelas Yahwa, sapaan Kabag TU Saifuddin lagi, jika dihitung, ada jajaran ASN yang 30 hari, bahkan ada yang 50 hari, yang bersangkutan tidak masuk kerja.

“Jangan kaget jika nanti, di kemudian hari, sesuai PP ASN, jika ada kebijakan yang tidak mengenakkan bagi yang bersangkutan,” sisip Yahwa dalam amanatnya.

Kabag TU ingatkan, bahwa sanksi administrasi bagi ASN sama juga berlaku bagi tenaga bakti (pramubakti), serta sekuriti.

“Aturan ini berlaku juga bagi pegawai pramubakti. Jangan sampai karena tidak ada tunkin, lantas kedisiplinan tak diindahkan,” imbuhnya.

Dalam UU ASN Nomor 5/2014 ini dibuat bertujuan untuk menumbuhkan iklim kerja yang profesional kepada para aparatur sipil negara. Sehingga para pegawai ASN bisa bekerja dengan maksimal, tanpa ada intervensi, bersih dari praktik KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dan menjalankan fungsi pelayanan kepada publik secara baik dan maksimal.

Yahwa sampaikan, bawa selama ini masih ada jajarannya yang tepat waktu meneken dan menekan finger print. “Tapi setelah finger print pagi, lalu pulang, dan kembali lagi saat finger print sore,” sebutnya.

“Ini hal itu tidak baik, dan jangan diulangi lagi,” ajaknya, dalam apel di halaman Kanwil.

Ada sebagian jajaran yang meskipun sedang diawasi kehadirannya oleh atasan di lobi misalnya, tapi tetap masih ulangi kebiasaan ‘habis tekan absen balik badan’ keluar kantor.

“Secara etika pun ini tidak baik,” ujar Kabag TU, yang di akhir amanat juga sampaikan pamitan serta izin dan permintaan maaf, karena akan tunaikan ibadah umrah. Klik [Sumber]

Aliexpress WW
Rubrik       : Tak Berkategori