JPPR Aceh Siapkan 100 Relawan untuk Pemetaan Pemilih

  • Whatsapp

INFONANGGROE.COM, Banda Aceh – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR Aceh) siapkan 100 Relawan Pemetaan Partisipasi Pemilih pada Pemilu serentak 17 April mendatang.

Koordinator JPPR Aceh Hamdani Abdullah yang di dampingi oleh Koordinator Daerah Lhokseumawe Abdul Gani Haitamy, Korda Kota Banda Aceh Mudhafar Anzari, Korda Aceh Besar Agung Wiranto, dan Korda Aceh Barat Muktaruddin, menyampaikan “Dalam waktu dekat ini, 100 Relawan JPPR Aceh akan segera memetakan tingkat partisipasi pemilih di 7 Kabupaten Kota yang ada di Aceh, diantaranya Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Besar, Banda Aceh, Meulaboh dan Aceh Barat Daya.

Hamdani menambahkan, dalam pekan depan pihaknya akan mengkaji tingkat partisipasi pemilih dengan data pemilu 2014 dan Pilkada serentak yang lalu. Dan pihaknya juga akan melibatkan Tim Konsultan Internal, Akademisi serta Stakeholder terkait lainnya.

“Data Pemilu 2014 paling pas, di sana kita tahu mana yang tinggi dan mana yang rendah, jadi kita tahu mana kecamatan yang tinggi dan rendah,” kata Hamdani Abdullah

Dengan peta tersebut, JPPR Aceh akan bermitra dengan para pihak terkait, terutama KIP Aceh, serta Kabupaten Kota, agar nantinya bisa memfokuskan diri di titik mana akan dibuat program sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih sesuai target nasional 77 persen.

“Kalau sudah ada peta, kita lakukan treatment yang tinggi ditingkatkan, kalau yang rendah harus lebih ditingkatkan lagi,” Ungkap Hamdani yang diamini oleh para Korda dan Tim JPPR Aceh.

Dikesempatan yang sama, Tim Pakar JPPR Aceh, Dr. Taufiq Abdul Rahim mengatakan “Muncul gerakan akhir-akhir ini, kadang kala ada pengaruhi oleh alasan ideologis, dimana masyarakat tidak percaya pada pemimpin yang menang di pemilu lalu. Kalau faktor ideologis ini, atau karena faktor lain, jadi dengan pemetaan ini akan mempermudah kita masuk untuk membangun kesadaran pemilih, hadir di TPS tidak hanya masalah kewajiban, tapi bisa berkontribusi untuk menentukan nasib bangsa dan pembangunan daerah selama 5 tahun ke depan,” ungkap Akademisi Unmuha ini.

Tak hanya itu, ada juga masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih karena tidak tahu bahwa adanya pesta demokrasi.

“Ketika dia menjawab tidak memilih karena tidak tahu, maka kita akan memasifkan informasi di sana, bisa lewat semua media, media sosial, media mainstream, atau kita bawa komunitas atau relawan demokrasi, di situ mereka akan melakukan penyebaran secara terus menerus,” ungkap Taufiq.

Selain Dr. Taufiq, Juga Hadir T. Kemal Fasya, M. Hum yang menjadi Tim Pakar JPPR Aceh, pandangannya terkait dengan Tingkat Partisipasi Pemilih Pada Pemilu Yang lalu hanya mencapai 75 %. “Tingkat partisipasi pemilih selama era reformasi memang tidak setinggi di era Orde Baru, hanya berkisar angka 75 persen. Namun secara kualitatif lebih baik dibandingkan era dulu.

Harapan kita, momentum elektoral 2019 ini kita semakin tingkatkan partisipasi pemilih dengan memilih berdasarkan rasionalitas pemilih untuk kehidupan demokrasi Indonesia yang lebih mantap dan terkonsolidasi” harap T. Kemal Fasya. M. Hum

Korda JPPR Kota Lhokseumawe, dikesempatan yang sama juga berpendapat “Kita ingin agar masyarakat memilih, ini tugas kita bersama, dengan begitu kita harapkan angka partisipasi masyarakat akan meningkat,” Tambah Abdul Haitami, Korda JPPR Lhokseumawe.

Korda JPPR Kota Banda Aceh, Mudhafar Anzari menambahkan “Pemilu Serentak 17 April 2019 ini, ada banyak perbedaan dan pola, salah satunya kertas suara yang berbeda dengan format pemilu yg lalu, misalnya tidak adanya foto Caleg dan kita menduga banyak masyarakat belum terpapar informasi seperti ini, dan kami temui di dua titik kegiatan FGD yang sudah kita lakukan”.(*)

Rubrik       : Tak Berkategori