Bem Faperta UTU mengecam Keras PT KTS Aceh Barat

  • Whatsapp

ACEH BARAT, INFONANGGROE.com – Ketua Bem Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar dan tokoh pemuda masyarakat Cotlada yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng (sungai) Bubon Kecamatan Bubon Kabupaten Aceh Barat. Mengecam keras tindakan PT KTS yang membuang limbah ke sungai bubon sehingga menyebatkan banyaknya biota sungai yang mati secara mendadak akibat zat kimia di sungai tersebut, Sabtu (10/8/2019).

Jufri selaku ketua Bem Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar dan Tokoh Pemuda Bubon mengatakan “Kami selaku masyarakat menjadi resah dan menduga kematian massal biota Krueng Bubon ikan dan udang karena pencemaran air sungai oleh pembuangan limbah yang dilakukan oleh perusahaan sawit yang ada di kecamatan bubon,” Kata jufri ketika dihubungi oleh media infonanggroe.

Ia menambahkan, “Apalagi warga melihat sungai bubon keruh berwarna coklat dan berminyak dan yang anehnya lagi pihak PT sawit tersebut membuang limbah ke sungai pada saat kondisi hujan sehingga mereka mengagap limbah tersebut tidak terlalu bahaya dan cepat tercuci dengan air hujan, padahal kita tau mencemari lingkungan hidup itu akan dikenakan hukuman atau sanksi,” tuturnya.

Jika perusahaan tersebut sengaja membuang limbah ke sungai maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH sebagai berikut:

Pasal 60 UU PPLH:

Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin.

Pasal 104 UU PPLH:

Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Jufri meminta kepada BUPATI, DPRK Dan BLH Aceh Barat Untuk Turun kelokasi mengecek dan memproses secara hukum atas kasus pencemaran limbah zat berbahaya ke sungai bubon.

Sehingga kedepannya tidak ada lagi pencemaran lingkungan atau pembuangan limbah Pabrik kedalam sungai yang bersifat merusak lingkungan dan saya berharap Pemerintah Aceh Barat memberikan sanksi yang tegas kepada Oknum atau PT tersebut.

Rubrik       : News

Pos terkait