Bem Fakultas Pertanian UTU Kencam Keras Pelaku Pembakaran Hutan di Aceh Barat

  • Whatsapp

MEULABOH, INFONANGGROE.com – Asap pekat membumbung dari lokasi kebakaran hutan di Bubon, Aceh Barat, Aceh, Senin (17/7/19) sore. Menurut warga sekitar kebakaran lahan tersebut mulai terjadi saat siang dan diduga kuat sengaja ada yang membakar karena api yang tiba-tiba membesar di tengah-tengah hutan.

Bem Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Kabupaten Aceh Barat mengecam keras tindakan pembakaran hutan dengan sengaja yang diperuntukkan untuk membuka lahan.

“Kami atas nama Bem Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Kabupaten Aceh Barat mengecam keras tindakan pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan sengaja yang untuk pembukaan lahan utamanya di musim panas ini,” kata Ketua Bem Fakultas Pertanian Jufri, Jumat (19/07).

Menurutnya, Karena hal tersebut menimbulkan kebakaran hutan yang massif di Kabupaten Aceh Barat. Serta telah menyebabkan bencana kabut asap dan perubahan iklim di daerah tersebut.

Penegakan hukum yang tegas oleh pihak kepolisian pada oknum yang membakar hutan harus di lakukan. Hal ini agar menimbulkan efek jera,” tambahnya.

Ia menambahkan, selain edukasi, sosialisasi dan informasi yang massif juga harus diberikan oleh semua pihak. Terkait bahaya pembakaran lahan harus terus dilakukan untuk mengurangi tindakan pembakaran hutan dan lahan.

Padahal, sengaja melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan apapun, dilarang oleh undang-undang.

Terdapat sedikitnya tiga aturan yang melarang warga untuk melakukan pembakaran lahan, yakni:

Pertama, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Pasal 78 ayat 3 berisi, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Lalu, Pasal 78 ayat 4 berbunyi, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.

Kedua, UU Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan

Pasal 8 ayat 1 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Ketiga, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup.

Pasal 108 berisi, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

Kendati telah terdapat sejumlah aturan yang melarang pembakaran lahan. Namun hingga saat ini jajaran kapolres Aceh Barat belum mengamankan satu pun pelaku pembakaran lahan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pada dasarnya pemanfaatan lahan atau hutan adalah boleh, namun dengan syarat.

Memperoleh hak yang sah dalam pemanfaatan, mendapat izin pemanfaatan dari pihak berwenang, ditujukan untuk kemaslahatan, serta tidak menimbulkan kerusakan.

Terkait dengan semakin meningkatnya titik api dan fenomena kabut asap di Kabupaten Aceh Barat. Menurutnya itu adalah akibat dari kebakaran lahan Aceh, khususnya di Aceh Barat.

Oleh karenanya, Bem Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar menghimbau agar semua pihak utamanya pemerintah terutama pihak kepolisian untuk segera menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan.(*)

Rubrik       : Tak Berkategori