RTIK Aceh : Pemblokiran Game PUBG Bukan Sebuah Solusi

  • Whatsapp

BANDA ACEH, IFONANGGROE.com – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Aceh ( RTIK-Aceh ) tidak setuju dengan wacana terhadap pemblokiran game PUBG oleh Pemerintah Aceh, Jum’at (21/6/19).

Ketua RTIK Aceh Maulana mengatakan kepada Media Infonanggroe.com game FPS PUBG termasuk dalam kategori Pasar 8 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2016 tanggal 20 Juli 2016.

“PUBG sudah termasuk dalam Peraturan Menteri KOMINFO dengan klarifikasi game kekerasan yang hanya boleh dimainkan permain berusia 18 tahun ke atas, yang sudah pasti paham akan baik dan buruknya”, tegasnya.

Ia menambahkan, “Penguna PBUG adalah generasi milenial dan mereka memahami bypass sehingga metode pemblokiran bukan sebuah solusi yang baik, melaikan bagaimana Pemerintah Aceh meningkatkan jumlah konten positif yang jauh lebih banyak, sehingga generasi muda bisa mendapatkan aternatif pilihan konten positif yang sesuai dengan karakteristik Aceh dari Pemerintah Aceh”, sebutnya.

“Sebenarnya, internet itu diibaratkan mata pisau dua sisi memiliki sifat negatif dan juga sifat positif, sifat negatif adalah mengunakan internet untuk bermain game secara berlebihan atau kepentingan tindakan yang tidak positif, dan yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Aceh adalah menciptakan konten-konten positif atau konten peganti dari apa yang dilarang, sehingga generasi muda Aceh dapat memanfaatkan internet untuk hal-hal kreatif misalnya berjualan secara online, menghasilkan uang secara online, meciptakan konten pariwisata yang baik”, pungkasnya.

Ia menyarankan, “Seharusnya pemerintah mengkaji media penyebar ujaran kebencian seperti Youtube, Facebook, WhatsApp bukan mengkaji game, jadi game PUBG belum cocok untuk diblokir, mereka bermain untuk hiburan dan mengisi waktu luang mereka, jika mereka bermain 2 jam berati waktu luang mereka ya 2 jam”, tutupnya.

Rubrik       : News

Pos terkait