5 Magnet Terjadinya Musibah

  • Whatsapp

INFONANGGROE.COM – Segala hal yang telah di sabdakan oleh Rasulullah Saw, sudah di jamin akan kebenaranya. Sebagaimana yang terdapat dalam sebuah riwayat dimana menjelaskan tentang sabda Rasulullah yang mengatakan bahwa “. Ada lima perkara dan apabila kamu mengerjakan lima perkara itu maka akan menyebabkan terjadinya lima perkara yang lain” yaitu :

Pertama : Apabila muncul suatu kemungkaran dan kemungkaran itu tidak ada yang dapat mencegah. Para pemimpin tidak berupaya dan tidak berdaya untuk menolak kemungkaran itu. Masyarakat tidak peduli sehingga kemungkaran tersebut merajalela didalam kehidupan. Maka akan muncul penyakit-penyakit yang aneh dan belum pernah terjadi sebelumnya seperti HIV. Darah manis,lever, kencing manis, asam urat, asam lambung dan sebagainya dan itu merupakan akibat dari kemungkaran yang terjadi di era sekarang. Yang kemungkaran itu tidak dapat di singkirkan maka bersiaplah untuk menerima penyakit-penyakit semacam ini.

Di zaman modern ini karena hukum dan konsep barat telah menjadi pedoman didalam aturan suatu Negara ini.“Dimana apapun yang dilakukan apakah itu baik ataupun buruk selama yang dilakukan tidak menganggu oranglain itu tidak jadi masalah”. Dan ini jauh berbeda dengan konsep Islam yang salah satunya “Amar Makruf Nahi Mungkar. Apabila terjadi kemungkaran sekalipun itu tidak menggangu oranglain yang jelas itu wajib di cegah” karena sangat jelas pengaruhnya sebagaimana pengalaman beberapa tahun silam. Yaitu tsunami dimana banyak dari orang-orang yang mungkin tidak tau apa-apa bahkan tidak ikutan berbuat dosa bersamaan menjadi korban. Padahal hanya sebagian kecil manusia tertentu yang melakukan suatu kemungkaran tersebut tetapi semua dapat merasakan akibat dari kemungkaran itu.

Kedua : Apabila terjadi kecurangan didalam perdagangan. Sering kita menemukan slogan seperti ini “Barang yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan” dan ini merupakan konsep diluar Islam. Jauh berbeda dengan konsep Islam “. Apabila barang yang telah dibeli terdapat kekurangan atau cacat maka wajib dikembalikan dan orang yang menjual wajib menerimanya”. Akan tetapi apa yang terjadi saat ini dimana banyak sekali terjadi kecurangan dan penipuan apalagi sekarang dizaman yang serba canggih telah muncul belanja online. Yang sering terjadi barang yang telah dibeli ternaya tidak sesuai dengan yang diinginka. Dan apabila kecurangan-kecurangan ini telah merajalela maka dari itulah harga barang semakin mahal dan pemimpin menjadi zhalim terhadap rakyatnya inilah yang terjadi apabila kecurangan itu merajalela di kehidupan.

Barang apabila telah naik menjadi mahal maka akan susah bahkan tidak bisa lagi turun menjadi murah bahkan terus saja naik. Dan begitu juga pemimpin apabila ia zhalim terhadap rakyatnya dimana tidak jarang korupsi terjadi dimana mana dan pemimpin dimana memakai uang rakyat untuk kepentingan pribadinya. Berfoya-foya, dan sebagainya, dan inilah merupakan dampak dari kecurangan-kecurangan yang terjadi didalam perdagangan.

Ketiga : Apabila orang enggan membayar zakat padahal dia telah mampu dan cukup banyak uang dan harta yang dia peroleh. Tapi tidak mau membayar zakat karena merasa harta yang ia miliki adalah semata-mata usaha dan jeri payahnya sendiri. Tanpa adanya campur tangan Allah selaku yang maha memberi rezeki kecuali tangannya semata. Padahal sudah jelas bahwa zakat itu adalah kewajibannya selain itu zakat juga berfungsi sebagai pembersih harta yang bermakna mensucikan dari hal hal yang haram dan menjaga apa yang kita komsumsi itu tetap baik dan juga sebagai penambah keberkahan.

Maka dari itu apabila kita enggan akan kewajiban kita untuk mengeluarkan zakat Allah akan mencegah terjadinya hujan dan dunia akan dilanda kepanasan. Sehingga ini sangat amat berpengarauh terutama bagi para petani yang tidak bisa sempurna pertumbuhan padinya. Jika dilanda musim kemarau dari itu tidak jarang kita temukan saudara-saudara kita yang gagal panen atau hasil yang di peroleh tidak seberapa yang bisa di katakana mengalami kerugian.

Keempat : Apabila kita ingkar kepada Allah dan Rasulullah. Dimana dahulu ketika kita dikelurkan dari tulang sulbi Nabi Adam kamudian kita dibariskan menurut generasi sampai generasi. Dimasa menjelang kiamat kelak Allah pernah bertanya kepada kita. “Apakah Aku ini Tuhanmu sekalian” dan kita semua menjawab “ Ya Engkau adalah Tuhan kami. Dan kami adalah makhluk hasil ciptaanMu wahai Tuhanku” dan pernyataan ini mengandung janji kita dengan Allah dimana Allah sebagai Tuhan maka wajib kita perlakukan sebagai Tuhan kita. Wajib kita berbakti dan mengerjakan apa saja yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah.

Apabila kita tidak mengerjakan shalat, tidak berpuasa di bulan ramadhan,tidak mau membayar zakat, rajin mengupat, berbuat maksiat serta kemungkaran. Dan sebagainya berarti kita ingkar akan janji kepada Allah dan apabila kita ingkar janji kepada Allah. Maka musuh – musuh Islam akan berkuasa baik dalam bidang politik, pemerintahan, ekonomi. Sumber daya alam dan sebagainya dan ini merupakan musibah dari Allah akibat ingkarnya kita terhadap Allah dimana kita dikuasai oleh musuh-musuh Islam. Sebagaimana insiden baru-baru ini terjadi di Negara kita yaitu penistaan agama, kriminalisasi terhadap para Ulama. Hukum hanya berlaku pada sebagian dan sekelompok orang saja dan ini merupakan musibah bagi kita dimana politik telah berhasil di kuasai oleh para musuh Allah.

Kelima : Apabila pemimpin-pemimpin yang beragama Islam tetapi tidak memimpin sebagaimana konsep dan hukum Islam juga berpedoman kepada syariat Islam sesuai Al-quran dan Sunnah. Tetapi malah menggunakan dan berpedoman pada hukum yang dibuat oleh manusia. Maka dari itu akan terjadi permusuhan antar sesama yaitu berperang sama-sama Islam, perang saudara, berperang padahal satu negara. Inilah yang terjadi akibat tidak berpedoman pada hukum yang telah ditetapkan oleh Allah yang maha Esa. Bahkan karena khilafiyah perbedaan pandangan para ulama kita sudah seperti bermusuhan antar kelompok atau ormas yang saling klaim. Saling salah menyalahkan sampai saling hujat menghujat padahal masih satu kiblat dan tujuan yang sama dalam mencari rahmat dan keridhaan dari Allah Ta’ala. Wallahu ‘Alam

Rubrik       : News

Pos terkait