Maraknya Penipuan Online, RTIK Aceh Seminarkan Cara Berlindung

  • Whatsapp
maraknya-penipuan-online-rtik-aceh-seminarkan-cara-berlindung

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Di tengah disrupsi teknologi yang semakin maju yang memudahkan kita dalam memperolah segala hal, namun tak bisa dipungkiri bahwa dengan keadaan ini kedok penipuan semakin dipermudah pula dalam melakukan misinya.

Untuk meningkatkan pemahaman literasi digital bagi masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan GNLD Siberkreasi, webinar RTIK Berkreasi dengan teman “Pola Kerja dan Perlindungan diri dari Penipuan Online (Scam Master) ” yang ditayangkan secara virtual pada aplikasi Zoom dan kanal YouTube Relawan TIK Indonesia, pada Selasa, 4 Mei 2021.

Acara tersebut dihadiri oleh narasumber Fakrullah Maulana, dari Relawan TIK Aceh, dan Zainal Mahyar dari SIAT-DEV Pemerintah Aceh serta dimoderatori oleh Febriana Wulandari, S. Pd dari PGRI SLCC Simeulue.

“Sepanjang 2019, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim mencatat 1.617 kasus penipuan online. Rinciannya, sebanyak 534 kasus terjadi di Instagram, 413 di Whatsapp, dan sisanya 304 kasus terjadi di Facebook,” kata Maulana.

Menurutnya, salah satu cara penipuan online yang sering digunakan oleh para pelaku adalah mengunakan teknik fishing, di mana target yang dihubungi melalui email, atau pesan teks, dimana seorang yang menyamar sebagai lembaga yang sah atau memikat individu agar memberikan data sensitif seperti informasi identitas pribadi,perbankan, kartu kredit, nomor debit, tempat kerja, kata sandi ,dan sebagainya.

“Kemudian digunakan untuk mengakses akun-akun penting yang mengakibatkan pencurian identitas, kerugian finansial bahkan bisa penculikan,” kata ketua RTIK Aceh tersebut.

Lebih lanjut, iya juga memaparkan bagaimana pola – pola yang sering di lakukan oleh para penipu dan tools yang mereka gunakan.

Sementara itu, Senior SIAT-DEV Pemerintah Aceh Zainal Mahyar mengatakan, para peserta harus memahami secara basic metode-metode penipuan online sehingga literasi mengenai dunia digital semakin kaya.

“Walaupun teknologi berganti dan bertambah maju, para netizen bisa lebih sadar dan dapat mengambil langkah-langkah preventive ketika berhadapan dengan penipuan online tersebut,” tutupnya.

Tak hanya sesi pemaparan oleh pembicara, pada kesempatan ini juga dibuka sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh berpartisipasi yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Rubrik         : News

Pos terkait