Banda Aceh Jika Tidak Siap Menjadi Ibu Kota Provinsi Aceh, Silakan bergabung dengan Aceh Besar

  • Whatsapp

Aceh Besar, INFONANGGROE.com Sekjend Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB) Akhyar M. Daud menanggapi hiruk pikuk yang menghebohkan jaringan media sosial mengenai isu perluasan daerah kota Banda Aceh. “Bapak Aminullah selaku wali kota Banda Aceh Pelebaran wilayah itu perlu dan penting bagi Banda Aceh dalam rangka menjadikan kota tersebut sebagai daerah ideal untuk ibu kota Provinsi Aceh”.

Dari beberapa sumber berita yang saya kutip, bahwasanya keinginan bapak Aminullah perluasaan daerah di karenakan jalannya yang begitu macet diantara perbatasan wilayah Banda Aceh dengan Aceh Besar salah satu contoh yang saya kutip dari media online yaitu, Pemerintah Kota Banda Aceh mulai fokus pada perluasan jalan perkotaan, terutama di Jalan Teuku Iskandar dari underpass Beurawe hingga Simpang Tujuh Ulee Kareng. Jalan itu dinilai sudah sangat padat sehingga menimbulkan kemacetan parah.

Saya rasa ini bukan suatu alasan pemerintah kota Banda Aceh untuk meminta perluasan daerah, Dinas Pengkerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebaikanya jika alasan pemko Banda Aceh kerana jalan macet. Maka Dinas terkait (PUPR) Provinsi Aceh segera menanggani pembebasan lahan untuk perluasan jalan antara perbatasan wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh. Jika itu betul sebab akibat Banda Aceh semakin macet dikarena jalan Penghubung Aceh Besar ke Banda Aceh masih Kecil.

Banda Aceh selain ibu kota pemerintahan, Banda Aceh juga salah satu objek wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh turis macan negara wajar saja daerah ibu kota selalu dipadati oleh pendatang lokal maupun pendatang luar. Jika perkara itu tidak sanggup ditata dengan rapi lebih baik Banda Aceh segera bergabung dengan wilayah Aceh Besar. Dana desa yang semakin besar tidak ada alasan Aceh Besar memberi perluasaan daerah kepada Banda Aceh karena setiap desa sudah mandiri dalam ekonomi mikro dan makro. Ujar Akhyar.

Rubrik       : Tak Berkategori