Anggota DPR-RI yang Baru Bersumpah di Tengah Protes

  • Whatsapp

INFONANGGROE.com – Anggota Parlemen Indonesia dilantik pada hari Selasa untuk sesi baru yang datang di tengah-tengah protes keras kadang-kadang terhadap beberapa undang-undang baru atau yang diusulkan, termasuk yang menurut para kritikus telah melumpuhkan badan anti-korupsi negara dan yang lain yang mengganggu kebebasan pribadi.

Keamanan sangat ketat di ibukota seperti dilansir aljazeeracom, Jakarta, di mana pihak berwenang memblokir jalan-jalan menuju gedung Parlemen dan 24.000 tentara dan polisi dikerahkan untuk mengamankan lokasi-lokasi penting, termasuk istana presiden.

Upacara Selasa termasuk 575 anggota parlemen dari sembilan partai politik.

Para anggota parlemen akan berada di bawah tekanan segera untuk meninjau kembali undang-undang tersebut, termasuk undang-undang pidana baru yang diusulkan serta tagihan pada pertambangan, tanah dan tenaga kerja.

Pada hari Senin, ribuan pengunjuk rasa Indonesia kembali ke jalan-jalan di seluruh negeri ketika 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan sesi terakhir mereka.

Bentrokan antara siswa yang melempar batu dan polisi anti huru hara pecah pada Senin malam ketika polisi mencoba membubarkan para pengunjuk rasa, mulai dari siswa sekolah menengah hingga mahasiswa, yang berusaha mencapai Parlemen setelah ketenangan sebagian besar telah kembali ke ibukota negara itu selama empat hari terakhir.

Para pengunjuk rasa membakar ban dan melempari polisi dengan batu, bom bensin, dan petasan di dekat jalan yang diblokir. Polisi anti huru hara merespons dengan menembakkan gas air mata dan meriam air.

Bentrokan serupa juga terjadi di kota-kota lain di Indonesia, termasuk di kota Bandung Jawa Barat dan di Makassar, ibukota provinsi Sulawesi Selatan, di mana seorang siswa terluka parah pada hari Jumat setelah secara tidak sengaja terkena baju besi anti huru hara.

Protes juga berubah menjadi kekerasan di kota kelahiran Presiden Joko Widodo di kota Solo di Jawa Tengah, di mana massa yang marah melemparkan batu ke arah polisi, melukai setidaknya empat perwira wanita di kepala.

Para demonstran sangat marah karena Parlemen mengeluarkan undang-undang yang mengurangi wewenang komisi korupsi, sebuah badan kunci yang memerangi korupsi endemik dan yang telah menjadi salah satu lembaga publik paling kredibel di negara di mana polisi dan Parlemen dilihat secara luas sebagai korup.

Protes telah berkembang sejak minggu lalu dan berubah menjadi kekerasan di beberapa kota.

Setidaknya tiga orang, termasuk dua siswa di kota Kendari di pulau Sulawesi, telah meninggal dan beberapa ratus lainnya terluka.

Kematian para mahasiswa memicu kemarahan nasional, mendorong Jokowi Widodo untuk menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan memerintahkan kepala Kepolisian Nasional untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

Rubrik       : Tak Berkategori