Aneh, DKP Aceh Diduga Bermain, Salurkan Bantuan Rehab Tambak Tanpa Ada Nama Penerima Manfaat

  • Whatsapp

Aceh Timur, INFONANGGROE.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh diduga telah menyalahi aturan dalam menyalurkan bantuan rehap tambak masyarakat di Desa Lueng Peut Kemukiman Lueng, Kecamatan Madat Aceh Timur. Pasalnya hampir setengah milyar anggaran rehap tambak tersebut dikucurkan tanpa ada nama-nama penerima manfaat.

Informasi yang berhasil diperoleh media ini. Kamis. (21/11/2019) besarnya anggaran untuk rehap tambak masyarakat dengan Pagu sekitar 500 juta atau bersih Rp 412, 960, 342 merupakan usulan masyarakat Gampong Lueng Peut melalui Pokir seorang mantan anggota DPR Aceh dari Dapil 6 Aceh Timur.

Rusli alias Yahli tokoh masyarakat Madat menyebutkan. Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh sepertinya tidak memahami aturan hingga bantuan itu pun tidak tepat sasaran dalam pelaksanaan nya. “Saya heran kenapa pihak DKP Aceh tidak mencatut nama penerima mamfaat. Sehingga proyek ini terkesan siluman, karena pihak dinas berani menganggarkan anggaran hampir setengah milyar. Sementara penerima manfaat fiktif. Sehingga berdampak pada cemburu sosial di masyakat”.

“Lagee jijak Peupakee ureung gampong” (Seperti ingin mengadu domba masyarakat kampung).” ujar Yahli.

Kita melihat dilapangan proyek rehap tambak tersebut sudah ditender, namun hingga saat ini proyek tersebut belum juga dikerjakan. Padahal tahun anggaran 2019 sudah hampir habis masa kerja nya, ungkapnya.

“Kenapa nama penerima manfaat tidak diberikan oleh dinas DKP Aceh? Hal inilah yang terkesan proyek tersebut siluman.” Ketus Yahli.

Informasi awal proyek tersebut akan dilaksanakan di Desa Lueng Puet, Kemukiman Luengsa, Kecamatan Madat. Tapi hingga saat ini belum juga terlaksana pekerjaannya.

“Ini merupakan kesalahan besar yang dilakukan oleh DKP Aceh. Kenapa saya katakan demikan, karena sesuatu anggaran yang dikucurkan pemerintah adalah berdasarkan permohonan masyakat atau kelompok tani tambak.

Namun sepertinya pihak dinas mengabaikan hal tersebut. Jadi saya harapkan kepada dinas supaya menyerahkan nama nama penerima manfaat. Jika memang benar tidak ada nama penerima mamfaat, tolong pihak DKP Aceh, turun langsung kelapangan. Agar tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari.” Tandasnya.

Lain halnya disampaikan Iwan alias Wan tokoh masyarakat di kemukiman Lueng. Menurutnya, proyek tersebut dikerjakan atau tender dimenangkan oleh CV, SHASHA AND ZAKY dan sudah dipindahkan lokasi kerjanya atau dibawa ke Desa lain, namun masih dalam wilayah kecamatan Madat.

“Proyek rehap tambak usulan masyarakat Lueng Peut sudah pindahkan ke Gampong Meunasah Asan. Pemindahan lokasi kerja ini tanpa ada surat dari DKP Aceh.

“Yang saya ketahui secara aturan. CV SHASHA AND ZAKY ini tidak bisa dimenangkan tender proyek. Karena ijazah yang dipakai atas nama Rosalina dan Ia merupakan Pegawai Negeri di DKP Kota Lhokseumawe. Yang anehnya lagi. PPTK pun tidak pernah ke lapangan dan juga tidak mengetahui lokasi pekerjaan.” Jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Samsul di DKP Aceh saat dihubungi media ini melalui Handphone selulernya tidak bisa terhubung, pesan yang dikirimkan melalui whatshApp nya juga tidak terbalas hingga berita ini ditayangkan.

Rubrik       : Tak Berkategori