Sanksi Tak Pakai Masker di Banda Aceh: Warga Dicabut KTP-Pendatang Diusir

  • Whatsapp
Sanksi Tak Pakai Masker di Banda Aceh: Warga Dicabut KTP-Pendatang Diusir
foto : detikcom

BANDA ACEH INFONANGGROE.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memberlakukan aturan penggunaan masker di masa pandemi virus Corona mulai besok. Warga yang berulang kali melanggar dan tidak memakai masker bakal dicabut Kartu Tanda Penduduk (KTP), sementara pendatang diusir.

“Peraturan Wali Kota (Perwal) sudah saya teken. Berlaku efektif mulai hari Jumat, 8 Mei yang akan diumumkan oleh Forkopimda selaku Tim Siaga COVID-19 Banda Aceh kepada publik secara resmi untuk dilaksanakan,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (7/April/2020).

Perwal Nomor 24 tentang Penggunaan Masker dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 diteken Aminullah pada Rabu (6/5) kemarin. Ada delapan pasal yang diatur dalam Perwal, termasuk sanksi bagi yang melanggar.

Dalam Perwal diatur masker yang wajib digunakan warga yaitu masker N95, masker biasa atau masker bedah, atau masker kain. Selain kewajiban menggunakan masker, masyarakat juga diminta menjaga jarak minimal 1,5 meter dan menghindari kerumunan.

Menurut Aminullah, sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker bervariasi mulai dari peringatan tertulis yang disertai pencatatan identitas, serta tidak diberikan pelayanan pada fasilitas publik. Sanksi tegas dikenakan untuk warga yang berulang kali ditangkap petugas.

“Sanksinya hingga penarikan sementara identitas kependudukan bagi yang melakukan pelanggaran secara berulang,” jelas Aminullah.

Aminullah mengungkapkan, aturan itu tidak hanya berlaku bagi warga Kota Banda Aceh saja. Kepada pendatang ke Kota Gemilang itu juga berlaku aturan yang sama, namun sanksinya berbeda.

“Untuk yang ber-KTP luar kota dan melakukan pelanggaran secara berulang, maka yang bersangkutan diharuskan keluar dari Kota Banda Aceh,” ujar Aminullah.

Pemko Banda Aceh juga akan terus melakukan pembinaan kepada masyarakat, baik berupa sosialisasi maupun pembagian masker. Ia berharap dengan aturan ketat ini Banda Aceh bisa cepat terbebas dari Corona.

“Sosialisasi penggunaan masker terus masif kita lakukan dengan melibatkan segenap elemen kota termasuk perangkat desa dan kader PKK di desa-desa,” ujarnya.

“Saya harapkan dukungan masyarakat dan semua pihak demi Banda Aceh dapat cepat terbebas dari COVID-19,” harap Aminullah.

Rubrik       : Nanggroe
Sumber    : Detikcom

Pos terkait