Solusi pengembangan Pulau Aceh; Disewakan Ke Pihak Investor

  • Whatsapp
Solusi pengembangan Pulau Aceh; Disewakan Ke Pihak Investor

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Pendidikan merupakan pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat suatu bangsa. Pemerintah melalui Pendidikan diharapkan mampu membentuk dan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri, serta memberi dukungan dan perubahan untuk perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

Berbicara tentang kemajuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Secara lebih khusus tidak terlepas dari kepedulian dan perhatian pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah kabupaten/kota. Pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945 berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Dan pada pasal 31 ayat 2 juga disebutkan bahwa Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Berlandaskan UUD 1945 tersebut, setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak, meskipun hari ini terlihat tidak semua anak bangsa mendapatkan pelayanan dari Negara seindah amanat UUD tersebut, secara khusus di daerah-daerah terpencil hal tersebut masih menjadi mimpi indah sebagian anak negeri. Studi kasus di Pulo Aceh, yang secara geografis terletak dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar provinsi Aceh. Pulo Aceh yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Provinsi ini sungguh sangat memprihatinkan, terutama dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, dan pengelolaan serta pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) masih sangat terbatas dan jauh dari harapan dan impian ‘warga Pulo’ secara khusus dan warga bangsa pada umumnya.

Sebagai salah seorang pemuda Aceh Besar, Muhammad Rizki mengkritik keras pemerintah Pusat, Daerah dan Kabupaten Aceh Besar untuk lebih memperhatikan Pendidikan di Aceh, khusunya di Pulo Aceh.

“Kalau pemerintah Aceh-Aceh Besar tidak mampu mengelola SDA, dan SDM yang ada di Pulo Aceh, sebaiknya di sewakan saja kepada pihak ketiga atau pengembang yang mampu serta amanah untuk pengelolaan Pulo Aceh, sehingga mampu mengangkat dan meningkatkan kualitas SDM dan mampu mengelola SDA secara maksimal untuk kemakmuran rakyat Pulo Aceh menjadi lebih baik kedepannya”. Ungkap Riski pada media infonanggroecom, Kamis 12 Maret 2020.

Kepada pemerintah pusat dan Daerah, Pulo Aceh menjadi salah satu sampel di Aceh bagaimana pendidikan dikelola oleh pemerintah dan SDA nya dapat dimanfaatkan serta dikelola secara maksimal untuk kemakmuran rakyat. Jangan sampai ada kesan pemerintah tutup mata dan lepas tangan terhadap masyarakat, yang masih sangat tertinggal jauh dari daerah lainnya. Jika Pulo Aceh yang dekat dengan Ibu Kota Provinsi saja Pemeriantah Aceh abai, maka orang akan punya alasan untuk membayangkan tentang pendidikan dan pengelolaan beberapa daerah lainnya yang letaknya secara geografis jauh dengan Kota Banda Aceh.

Tentunya berbagai faktor yang melatarbelakangi kondisi ini perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah untuk mencari solusinya. Menyewakan Pulo Aceh kepada pihak ketiga (asing) tentu menjadi pilihan terakhir dalam menyelesaikan problem pendidikan dan pengelolaan alam Pulo Aceh, Tambah ketua Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Rubrik       : Nanggroe

Pos terkait