Mobil Pribadi Untuk Dapat BBM Subsidi di Aceh Harus Tahan Malu Pakai Stiker Bertulis Ini

  • Whatsapp

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Mobil pribadi takkan dapat lagi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU se-Aceh, baik Premium maupun Solar.

Kecuali Anda berani memakai stiker bertuliskan “KENDARAAN PENGGUNA PREMIUM BUKAN UNTUK MASYARAKAT YANG PURA-PURA TIDAK MAMPU”

Sedangkan untuk kendaraan pribadi memakai Solar juga harus berani memakai stiker sejenis di bagian depan kaca mobil pribadi Anda. 

Stiker ini bertuliskan “KENDARAAN PENGGUNA SOLAR SUBSIDI, BUKAN UNTUK PARA PENIMBUN YANG JAHAT” 

Kebijakan ini ditandai penempelan stiker BBM berukuran 75 x 10 cm bertuliskan bacaan itu di kaca mobil angkutan umum (labi-labi) dan pikap L300 di SPBU Lamnyong, Banda Aceh, Rabu 19 Agustus 2020.

Kedua angkutan ini dinilai berhak mendapat BBM subsidi ini karena labi-labi  sebagai angkutan umum dan pikap L300 dianggap berhak menerima BBM ini sebagai BBM penugasan.

Penempelan stiker ini dilakukan oleh Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek, mewakili Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, bersama Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur MT dan GM Pertamina Sumut, Gede.

Seperti dilansir acehtribunnews, Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek, seusai acara ini penempelan stiker ini sebagai tanda dimulainya sosialisasi program ini 19-25 Agustus 2020.

“Setelah masa sosialisasi penempelan stiker BBM subsidi dan BBM penugasan ini nanti berakhir pada 25 Agustus 2020, mobil yang tanpa stiker BBM subsidi (solar) dan BBM penugasan (premium) tidak lagi dilayani.

Ya, tak lagi dilayani untuk pengisian BBM solar dan premium di SPBU di wilayah Aceh,” kata H T Ahmad Dadek.

H T Ahmad Dadek mengatakan program ini murni untuk memperjelas kendaraan yang berhak menerima BBM subsidi di Aceh yang antara lain angkutan umum labi-labi dan pikap L300 tersebut.

Sedangkan untuk mobil pribadi jelas Ahmad Dadek tidak diperkenankan. Tetapi jika pemiliknya ingin tetap menggunakan BBM subsidi, maka kaca mobilnya itu juga harus ditempel stiker BBM subsidi atau BBM penugasan.

Isi tulisan di stiker itu “Kendaraan Pengguna Premium/Solar Bukan untuk Masyarakat yang Pura-pura Tidak Mampu”

Ahmad Dadek menjelaskan ini kebijakan Pemerintah Aceh bekerja sama Pertamina dan Hiswanamigas Aceh.

Kebijakan ini adalah salah satu impelentasi dari pengawasan Perpres Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Selain itu juga memperhatikan kecukupan kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT),  yaitu solar (subsidi) dan jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP), yaitu premium/bensin.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, mengatakan program penempelan stiker BBM Solar dan BBM premium di depan kaca mobil angkutan kota dan pikap ini untuk membangkitnya rasa malu kepada masyarakat mampu.

Khususnya kepada mereka yang masih menggunakan BBM subsidi. Adapun stiker ini, kata Mahdinur yang sudah disediakan untuk 156.000 mobil.

GM Pertamina Sumut, Gede mengatakan program ini sangat baik dan baru pertama di Indonesia dan akan dilanjutkan ke semua provinsi lainnya di Indonesia.

Rubrik       : Nanggroe

Pos terkait