Masih Berlakukan Finger Print ? SiGAP Nagan Minta Perusahaan Ubah Cara Absensi Karyawan

  • Whatsapp

Nagan Raya, INFONANGGROE.com – Segala upaya dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran pendemi virus COVID-19 yang tengah mewabah saat ini, penyebaran virus ini dimulai dari tangan sebelum akhirnya masuk dan menginveksi tubuh manusia. Untuk itu, demi menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, SiGAP meminta pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit dan PKS di Nagan Raya untuk dapat mengubah cara absensi karyawan dari fingerprint ke manual. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Kajian Politik dan Analisis Kebijakan DPD.SiGAP Nagan Raya Maimunis, S.Sos.,MAP. pada media Infonanggroe.com, Senin 6 April 2020.

Berdasarkan informasi akurat yang kami peroleh, saat ini beberapa perusahaan di Kabupaten Nagan Raya masih memberlakukan absensi karyawan dengan cara fingerprint, hal ini tentunya tidak sejalan dengan misi pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk memutus penyebaran COVID-19. Kita tidak tahu apakah setiap karyawan negatif atau positif covid-19, oleh sebab itu, alangkah baiknya jika fingerprint dihentikan sementara untuk memutus penyebaran virus ini sampai keadaan benar-benar kondusif, Ungkap Munis.

Munis menambahkan, jika tetap dilakukan, dikwatirkan absensi karyawan dengan cara fingerprint ini dapat menyebarkan covid-19 dari satu karyawan kepada karyawan lainnya, apalagi pihak perusahaan tidak memiliki alat deteksi suhu tubuh untuk memastikan kondisi suhu tubuh / kesehatan setiap karyawannya sebelum melakukan absensi fingerprint setiap harinya, pada akhirnya bukan memutus mata rantai penyebaran covid-19, tetapi malah sebaliknya.

Kami berharap, pemerintah Nagan Raya dapat mengeluarkan himbauan terhadap perusahaan yang ada di Nagan Raya untuk tidak lagi menggunakan fingerprint sebagai cara absensi karyawannya demi memutus penyebaran covid-19 di Kabupaten Nagan Raya. Tutup Munis.

Rubrik       : Nanggroe
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait