Mahasiswa KKN UTU Lakukan Penyuluhan Kepada Petani di Tengah Pandemi Covid -19

  • Whatsapp

Aceh Barat, INFONANGGROE.com – Sejumlah Mahasiswa Universitas Teuku Umar yang sedang melaksanakan KKN Tematik 2020, melakukan penyuluhan kepada petani padi di tengah pandemi Covid-19. Rabu, 24 Juni 2020.

Jufri selaku perwakilan Mahasiswa KKN Tematik dari Universitas Teuku Umar Meulaboh mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan ini kami lakukan kepada petani ialah merupakan bukti nyata pengabdian kami kepada masyarakat sesuai dengan ” Tri Darma Perguruan Tinggi ” yang di dalamnya ada point pengabdian masyarakat maka dari itu kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) ini merupakan sebuah bentuk nyata peranan kami selaku mahasiswa bagi masyarakat.

Selain dari itu jufri yang juga merupakan Demisioner Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar mengunkapkan bahwa pada hari ini kami hadir di tengah masyarakat dan petani ialah bukti nyata bahwa kami mahasiswa masih peduli kepada petani dan berkomitmen untuk membantu membangun pertanian yang ada di desa dan melahirkan terobosan-terobosan baru di dunia pertanian terutama untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Adapun kegiatan penyuluhan yang kami berikan kepada petani ialah tentang pengendalian hama secara terpadu pada tanaman padi, baik dengan cara memasang jaring di atas tanaman padi agar hama burung pipit tidak bisa menyerang tanaman padi petani, sehingga hasil pertanian mencapai hasil yang maksimal dan juga ramah lingkungan, selain dari itu kami juga melakukan penyemprotan zat peransang pada tanaman padi agar pertumbuhannya bagus serta dapat meningkatkan hasil panen. Ungkap Jufri

Di sisi lain saya selaku mahasiswa pertanian mendukung penuh upaya yang di lakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menjaga ketahan pangan negara ini sesuai dengan intruksi surat edaran sekjen. Kementerian Pertanian No1056/SE/RC 10/03/2020 tentang strategi dalam pencegahan dan perlindungan Covid-19.

1. Penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagug bagi 267 juta masyarakat Indonesia.

2. Percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi.

3. Sosialisasi kepada petani dan petugas lapangan (PPL dan POPT) untuk pencegahan berkembangnya virus corona sebagaimana standar WHO dan pemerintah.

4. Pembuatan dan pengembangan pasar tani disetiap provinsi, optimasi pangan lokal, koordinasi infrastruktur logistik, dan e-marketing.

5. Program kegiatan padat karya agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat langsung menerima dana tunai.

Saya sangat mengapresiasikan akan trobosan yang dilakukan oleh Menteri Pertanian pak Syahrul Yasin Limpo (YSL) yang mana beliau menegaskan bahwa pada saat ini di tengah pandemi Covid -19, sektor pertanianlah yang berperang penting dan mampu menjadi penguat bangsa menghadapi pandemi  ini, karena selain menyediakan pangan bagi 267 juta masyarakat, pertanian juga sebagai penyerap tenaga kerja, bahan baku Industri dan menjaga stabilitas negara RI.

M.Afzal salah satu petani yang kami berikan penyuluhan tentang budidaya tanaman padi merasa senang dan bangga melihat adik – adik mahasiswa yang masih muda mau turun ke sawah untuk membantu kami dari segi kegiatan mau ilmu tentang pertanian yang di berikan kepada kami, sehingga kami paham bagaimana perkembangan pertanian saat ini, yang mana kalau dulunya lebih pada petanian Tradisional dan sekarang pertanian pun juga sudah canggih dan moderen.

Dalam hal ini kami petani juga mengharapkan kapada adik-adik mahasiswa untuk membangun komunikasi pada pemerintah daerah supaya pembangunan strategis nasional irigasi lhok guci agar terus di genjok pembangunan nya jangan sampai hanya terus jalan di tempat istilah seperti tidak ada target selesainya irigasi lhok guci tersebut kapan agar dapat di manfaatkan oleh petani seperti kami-kami ini khususnya untuk menjaga kestabilitas ketahanan pangan sekarang dan seterusnya untuk masa depan petani yang lebih makmur. Karna ini memang harapan yang terus kami nanti-nantikan sebagai kebutuhan pokok sumber air bagi petani. Ungkap Afzal.

Rubrik       : Nanggroe
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait