Ketua IMBI Aceh : Kami akan Buat Perhitungan dengan Ketua BRA

  • Whatsapp
Ketua IMBI Aceh, Iskandar Hadipriatna. Foto: Dialeksis.com

BANDA ACEH – Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Pengda Aceh berang dengan pernyataan sikap ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Fahkrurrazi Yusuf yang mengatakan usulan dana turing Moge hari damai Aceh 2020 merupakan usulan pihaknya.

“Pernyataan sepihak dari BRA, bahwa dana itu kami minta, itu sangat munafik. Kami tidak pernah meminta. Apalagi dikaitkan dengan biaya. Moge kami paling kecil harganya 150 juta sampai Rp 1,8 miliar, sanggup kami beli . Naif sekali hanya gara-gara bahan bakar kami jadi bulan-bulanan, keterlaluan itu,” sebut Iskandar Hadipriatna Ketua IMBI Pengda Aceh, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya seperti dilansir anteroaceh, BRA lah yang menggandeng IMBI untuk mensukseskan acara peringatan hari Damai Aceh dan akhirnya IMBI membantu. Karena mengingat satu daerah dan tujuannya mengangkat perayaan hari damai, sementara IMBI sendiri sifatnya lebih kepada promo wisata Aceh kepada masyarakat.

Baca juga:
Kegiatan Turing Moge BRA Dibatalkan

“Saya akan panggil BRA dan bikin perhitungan, karena mengatakan Pemerintah Aceh menitipkan anggaran ke BRA karena permintaan kami, demi Allah kami tidak pernah meminta hal-hal seperti itu,” tegasnya lagi.

Perlu diketahui, sambungnya, anggota IMBI banyak dari kalangan pengusaha, pegawai negeri sipil, para mantan kombatan GAM, anggota TNI dan Polri. Kemudian ditegaskan kembali, dari awal turing pihaknya tidak memakai anggaran tersebut, karena belum bisa diamprah.

Dijelaskan juga, kegiatan turing adalah agenda rutin IMBI, bahkan sebelum Covid-19, ribuan peserta Moge dari luar daerah diundang untuk datang ke Aceh. Masyarakat diuntungkan dengan kehadiran mereka, seperti penginapan hotel, restoran dan tempat wisata.

Baca juga:
Demi Tersalurnya Hobi, Pemerintah Aceh Alihkan 305 Juta Anggaran BRA ke Tauring Moge

Katanya, saat ini ia dan peserta turing sudah menarik diri dari kegiatan tersebut dan membatalkan acara penyambutan tim di Meuligo Wali Nanggroe pada tanggal 15 Agustus nanti, yang rencananya akan dihadiri oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang juga pembina IMBI Aceh.

“Semalam tim menginap di Kuala Simpang, sekarang kami sedang istirahat di Bireuen. Kemarin sore saya putuskan IMBI pulang dan tarik diri dari acara tersebut. Saya juga sudah lapor ke bapak Plt Gubernur, batalkan acara ini, karena kisruh sekali dan menyusahkan banyak pihak dan kami tidak ingin menyusahkan bapak Plt Gubernur, apalagi beliau pembina IMBI,” pungkas Iskandar.

Ia menilai kisruh tersebut terjadi karena pikiran picik segelintir orang yang benci dengan program-programnya Plt Gubernur dan dikait-kaitkan dengan hal-hal politik, dan dipastikan IMBI tidak terlibat dalam politik itu.

Rubrik       : Nanggroe
Sumber    : anteroacehcom

Pos terkait