Perkosa-Ancam Bunuh Pacar, Pemuda di Aceh Besar Dihukum 175 Bulan Penjara

  • Whatsapp
perkosa-ancam-bunuh-pacar-pemuda-di-aceh-besar-dihukum-175-bulan-penjara
ilustrasi palu jaksa

INFONANGGROE.com – Seorang pemuda di Aceh Besar, RRM (25), dihukum 175 bulan penjara. RRM dinyatakan terbukti bersalah memperkosa sang pacar.

Dikutip detikcom dari putusan Mahkamah Syar’iyah (MS) Aceh, Selasa (23/3/2021), kasus itu bermula saat terdakwa menjemput pacarnya menggunakan mobil untuk jalan-jalan menuju Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (26/8/2020).

Dalam perjalanan, terdakwa disebut bertanya ke pacarnya apakah korban masih perawan atau tidak. Setelah pacarnya menjawab masih, terdakwa mengajak korban berhubungan badan. Permintaan itu ditolak korban. Terdakwa lalu mengancam bakal memperkosa korban bersama enam teman terdakwa.

Baca juga:
Ibu Muda yang Diperkosa di Aceh Timur Kenal dengan Pelaku

Terdakwa juga disebut mengancam bakal membunuh korban dan membuang mayatnya ke hutan. Tak berapa lama, terdakwa memperkosa korban.

Saat itu korban sempat berusaha melawan dengan mencubit dan mencakar wajah serta badan terdakwa. Setelah memperkosa, terdakwa disebut berjanji menikahi korban.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polda Aceh. Terdakwa diciduk dan diadili di MS Jantho, Aceh Besar. Dalam persidangan, terdakwa dituntut 175 bulan penjara.

Majelis hakim MS Jantho memvonis RRM sesuai tuntutan jaksa. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan jarimah pemerkosaan sebagaimana dakwaan tunggal.

Baca juga:
Gadis Diperkosa Oleh Ayah Tiri Hampir 3 Tahun Lamanya

“Menjatuhkan ‘uqubat ta’zir terhadap terdakwa dengan ‘uqubat penjara selama 175 bulan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa,” putus hakim MS Jantho, Kamis (28/1).

Terdakwa tidak terima dengan putusan itu mengajukan permohonan banding ke MS Aceh. Lalu apa kata majelis hakim MS Aceh?

“Menguatkan putusan Mahkamah Syar’iyah Jantho Nomor 18/JN/2020/MS.Jth tanggal 28 Januari 2021 Miladiyah, bertepatan dengan tanggal 15 Jumadil Akhir 1442 Hijriyah,” putus hakim.

Putusan itu diketuk, Senin (22/3) kemarin. Duduk sebagai hakim Rafi’uddin sebagai hakim ketua majelis, Syaifuddin, dan M Yusar masing-masing sebagai hakim anggota.

Rubrik       : Nanggroe
Sumber      : detik.com

Pos terkait