TKA Laksanakan HPSN 2021 di Terminal Keudah

  • Whatsapp

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Terminal Kreasi Aceh (TKA) laksanakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 di Terminal Keudah, Kota Banda Aceh pada hari Minggu (7/3). Hal tersebut dikatakan Reza Ketua TKA, bukan hal baru HPSN di kalangan komunitas pengiat lingkungan di Banda Aceh. Gerakan ini sudah di lakukan dari tahun 2016 yang saya tau dan hampir setiap tahun di seluruh indonesia melakukan/melaksanakan kegiatan tersebut. Senin, 8 Maret 2021.

“Walaupun kegiatan ini sudah dilakukan dari tahun ke tahun, tanpa disadari hanya sedikit generasi muda mengetahui HPSN itu sendiri. Sehingga kami ingin memberitahukan kepada masyarakat lebih peduli dengan sampah yang di hasilkan,” jelasnya.

Lanjutnya, masih banyak juga masyarakat kita yang belum mengetahui akan sejarah awalnya HPSN ini kenapa harus di kena setiap tahunnya. Awal sejarah HPSN ini sendiri adalah suatu bentuk upaya dimana kita mengenang kembali suatu kejadian/tragedi 15 tahun silang, ternyata di indonesia pernah terjadi suatu bencana yang kita buat sendiri.

Baca juga:
Pelajar SMA Ikut Serta Untuk Membersihkan Sampah di Pantai Kampung Jawa

“longsor TPA Leuwigajah daerah Cimahi Jawa Barat tanggal 21 Februari 2006 telah menjadi bukti sampah bisa memakan ratusan korban jiwa. Dengan momentum ini juga kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mau lagi dan serius menangani sampah,” kata Reza.

Acara Komunitas Terminal Kreasi Aceh jelasnya Reza, acara HPSN ini bekerjasama dengan Pegadaian Aceh, melakukan gerakan bersama sebagai bentuk upaya menyadarkan dan memberikan informasi terhadap masyarakat khususnya generasi muda yang ada di terminal atau di desa.

Ia melanjutkan, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil adil dalam gerakkan bertujuan untuk memberikan pengetahuan untuk generasi mendatang/adik-adik serta juga masyarakat yang ada di terminal untuk lebih sadar dan mau bertanggung jawab dengan sampah nya sendiri.

Baca juga:
TKA Temukan Banyak Sampah di Sepanjang Pantai Ule Lheu

“Menurut saya sampah bagaikan pisau belati dimana memiliki dua mata begitu juga dengan sampah itu sendiri, kalua di kelola dengan baik bisa menjadi suatu keuntungan namun sebaliknya jika tidak di kelola dengan baik maka akan menjadi bencana bagi kita,” pungkas reza.

Ia menambahkan, kegiatan kali ini sangat luar biasa, dimana hampir semua aparatur desa mulai dari Camat Baiturrahman, Geuchik, Polsek serta lembaga dan intansi, teman – teman dari komunitas ikut mengambil adil dalam kegiatan ini. Merupakan suatu langkah yang sangat luar biasa dimana bisa bersatu bersama-sama mengwujudkan Banda Aceh Bebas Sampah 2025.

“Dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan kita semakin baik dan sadar untuk mau bertanggun jawab dengan sampah sendiri, jangan cuma mengadalkan Dinas Kebersihan sampah mu menjadi tanggung jawabmu,” harapanya.

Rubrik       : Nanggroe

Pos terkait