Diduga Pengadaan KMP Mark Up dan Kapal Bekas, Dishub Aceh di Demo

  • Whatsapp

BANDA ACEH – Sejumlah masyarakat yang menyatakan dirinya dari Gerakan Aceh Hebat berunjuk rasa terkait Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 1, 2, dan 3, di kantor Dinas Perhubungan Aceh, jalan Mayjend T Hamzah Bendahara, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis, (25/2/2021).

Dalam rilis yang ditulis oleh para pengunjuk rasa tersebut mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan untuk mempublikasi spesifikasi anggaran pembelian Kapal Aceh Hebat 1, 2, dan 3, tersebut.

Mereka juga meminta pemerintah Aceh untuk menjelaskan ke publik terkait kualitas KMP Aceh tersebut.

Selain itu mereka juga meminta lembaga negara agar mengusut dugaan mark up pembelian KMP Aceh Hebat itu, serta mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kapolda Aceh untuk memeriksa proses awal pengadaan Kapal Aceh Hebat dimaksud.

Baca juga:
KMP Aceh Hebat, Sejarah Baru Transportasi Laut Aceh

Menurutnya, pada tahun 2020 lalu, pemerintah Aceh mengalokasi anggaran sebesar Rp378 miliar untuk pengadaan tiga KMP Aceh Hebat.

Kapal tersebut masing masing bernama KMP Aceh Hebat 1 berkapasitas 1.300 GT, yang direncanakan melayani rute pelabuhan Calang, Aceh Jaya, dan pelabuhan Simeulue Aceh.

Kemudian KMP Aceh Hebat 2 berkapasitas 1.1 GT, melayani Ulee Lheue, Banda Aceh – Balohan Sabang. Sedangkan, KMP Aceh Hebat 3 berkapasitas 600 GT yang direncanakan akan melayani rute Aceh Singkil – Pulau Banyak.

Dalam kesempatan itu, mereka juga mempertanyakan terkait proses persiapan KMP Aceh Hebat 2 ditandai dengan penandatanganan kontrak perjanjian sewa antara Pemerintah Aceh dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh.

Sedangkan KMP Aceh Hebat 3 bertolak dari Galangan PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa tengah.

Bahkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meluncurkan kapal roro 1.300 GT atau yang diberi nama KMP Aceh Hebat I di Galangan PT. Multi Ocean Shipyard (PT.MOS).

Ketiga kapal ini berlayar usai mengikuti beberapa pengujian seperti uji kemiringan, uji berlayar, dan fungsi seluruh komponen.

Baca juga:
Masyarakat Simeulue Sambut Meriah KMP Aceh Hebat 1

KMP Aceh Hebat merupakan hasil dari program pengadaan kapal Ferry roro dibawah Dinas Perhubungan Aceh.

Walaupun pembelian, namun ketentuan ini patut dipertanyakan kepada pemerintah terkait transparansi dan keabsahan nilai jual kapal tersebut ke publik

Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar dimata publik, yaitu pembelian kapal sebanyak 3 buah itu dilakukan rentang waktu 10 bulan saja dan disinyalir adanya dugaan Kapal Aceh Hebat itu dibeli oleh Pemerintah Aceh berupa barang bekas.

Kebijakan ini memunculkan reaksi publik, dimana adanya dugaan Mark Up dalam pembelian kapal masing bernilai Rp178 miliar itu.

Baca juga:
KMP Aceh Hebat 2 Launching Pelayaran Perdana Besok

Bahkan proses pembelian kapal itu tanpa melalui lelang sehingga publik bertanya atas kebijakan ini.

Atas dasar prihal tersebut gerakan Aceh Hebat kembali menyampaikan aspirasinya melalui tuntutan dimaksud, guna memperjelas persoalan yang masih menimbulkan tanda tanya.

Aksi unjuk rasa itu, berjalan damai dan diterima oleh Kabid Pelayaran, Muhammad Al- Qadri, tanpa adanya reaksi keras dari para pengunjuk rasa, dan dikawal ketat oleh puluhan personel Polresta Banda Aceh.

Rubrik       : Nanggroe

Pos terkait