Miris, Jalan Lintas Kecamatan Woyla Timur Rusak Parah

  • Whatsapp

ACEH BARAT, INFONANGGROE.com – Jalan lintas kecataman Woyla Timur rusak parah, akibat genangan air hujan yang terjadi beberapa hari yang lalu tepatnya di desa blang dalam yang mehubungkan dengan 10 desa.

Hal tersebut membuat masyarakat setempat kesulitan dalam beraktivitas akibat rusaknya jalan yang penuh lumpur. Sabtu, 21 November 2020.

Mustajap Ketua pemuda desa Blang Dalam mengatakan jalan dulu di buat oleh pihak pemerintah provinsi Aceh hanya saja serak batu tidak di aspal.

“Jalan itu dulu di buat oleh pihak pemerintah provinsi Aceh, yang mana hanya di lakukan serak batu tidak di aspal sehingga saat musim hujan seperti ini mengakibatkan jalan rusak parah karena genangan terjadi genangan air pada jalan tersebut di kerenakan drainase di pinggir jalan sudah rusak, tidak bisa berfungsi lagi untuk mengalirkan air hujan”, katanya.

Ia menambahkan, pada kondisi musim hujan jalan sangat sulit untuk dilalui dengan kondisi jalan sangat berlumpur sehingga mengakibatkan kendaraan baik itu motor dan mobil susah untuk melalui ditambah dengan kondisi jalan pengunungan bukan jalan datar sehingga sangat beresiko untuk kita lalui di saat musim hujan.

“Yang sangat mirisnya lagi ialah anak – anak sekolah mereka pergi dari rumah dengan pakaian yang bersih tapi ketika mereka sampai ke sekolah pakaian mereka menjadi kotor akibat lumpur jalan tersebut, bahkan ada beberapa anak sekolah yang jatuh dari kereta saat melalui jalan berlumpur tersebut, jadi saya sangat berharap kepada pihak pemerintah daerah terutama pemerintah kabupaten untuk lebih peduli terhadap kondisi kami masyarakat desa yang jauh dari kota dengan akses jalan yang sangat jelek dan berlumpur seperti ini mengakibatkan kami masyarakat susah untuk melakukan aktivitas, apalagi di tengah pandemi seperti ini jelas membuat kami sangat kesulitan dari segi ekonomi kami selaku masyarakat pelosok”, jelasnya.

“Yang perlu diketahui jalan tersebut rusak parah serta jalan tersebut berlumpur sekitar 300 meter itu bukan rusak biasa tapi rusak parah maka dari itu harus di perbaiki dengan cepat agar kami masyarakat bisa mengunakan akses jalan tersebut dengan semestinya tidak lagi bermandi lumpur, dan tidak ada lagi korban yang jatuh saat melewati jalan tersebut. Selain dari itu jalan yang berada di pinggir sungai juga sudah mulai terjadi erosi jika tidak di tangani dengan cepat kemungkinan jalan tersebut putus total akibat erosi sungai, karena jalan tersebut emang di pinggir sungai jadi sangat beresiko untuk kita lalui”’ ungkap Mustajap.

Sarkawi selaku Kasi pemerintahan desa Blang Dalam juga mengatakan bahwa terkait jalan yang rusak parah ini penuh dengan lumpur juga sudah pernah kami laporkan dulu kepada dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat tapi sampai dengan hari belum ada tanggapan dari pihak dinas PUPR untuk memperbaiki jalan tersebut, padahal kami juga sudah mengirimkan foto kondisi jalan pada dinas tersebut, ya begitulah belum ada respon ataupun tanggapan serius dari mereka.

“Tadi pagi pun kami sudah melakukan gotong royong bersama dengan warga untuk membantu anak sekolah maumpun warga agar lebih mudah saat melewati jalan tersebut, karena kalau tidak segara di perbaiki jalan tersebut kami takutkan memang tidak memungkinkan untuk di lalui lagi, jadi kami berharap untuk sangat segara di perbaki jalan tersebut dengan dilakukan serak batu pada jalan tersebut”, ucapnya.

“Saya selaku masyarakat dan pemerintahan desa sangat berharap jalan tersebut untuk segera di perbaiki mengingat itu jalan lintas kecamatan Woyla Timur yang mana di gunakan oleh semua masyarakat Woyla Timur baik yang terdiri dari anak sekolah, penjabat pemerintahan dan masyarakat, jika jalan tersebut tidak di perbaiki bagaimana nasib anak – anak untuk ke sekolah apakah mereka harus tiap hari pergi ke sekolah penuh dengan lumpur, begitu pula dengan kami ketika ada kegiatan yang sebenarnya harus bersih tapi ini malah membuat kami kotor dengan lumpur serta, memiliki resiko yang sangat besar untuk kamu lalui jalan tersebut”, jelasnya.

“Selain itu kami juga berharap berharap di pinggir jalan tersebut untuk di buat tanggul supaya di saat musim hujan seperti ini jalan tidak muda berlumpur dan longsor karena air hujan tidak tergenang di badan jalan, kami harap hal seperti ini untuk segera di tindak lanjuti oleh pihak dinas PUPR Aceh Barat mengingat kondisi masyarakat sangat bergantungan pada jalan lintas tersebut”, tutup Sarkawi.

Rubrik       : Nanggroe

Pos terkait