GSPP Aceh Minta Pemerintah Pedulikan Anak Pesisir Yang Putus Sekolah

  • Whatsapp
GSPP Aceh Minta Pemerintah Pedulikan Anak Pesisir Yang Putus Sekolah
IDI, INFONANGGROE.com – Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) diperingati masyarakat Indonesia setiap tahun pada tanggal 2 Mei. Tanggal 2 Mei ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hajar Dewantara, pahlawan nasional yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, Sabtu 2 Mei 2020.
Gerakan Sosial Pemuda Pesisir (GSPP) Aceh meminta kepada Pemerintah Aceh maupun Kabupaten/Kota agar memperdulikan anak-anak yang berada di pesisir yang masih putus sekolah.
Ketua GSPP Aceh, Muhammad Kadri yang didampingi Kabag Humas GSPP Aceh, Muhammad Fahmi Zuhir, SH mengatakan, seperti yang kita lihat anak pesisir khususnya di Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur hampir rata – rata putus sekolah, dikarenakan ekonomi mereka tidak mencukupi, sehingga anak – anak yang berada di pesisir lebih fokus kerja di pelabuhan kuala Idi untuk mencari nafkah supaya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Anak – anak yang bekerja di pelabuhan kuala Idi rata – rata umurnya 13 tahun sampai 16 tahun,” ungkap Kadri.
Dihari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) ini GSPP Aceh juga mengharapkan kepada pemerintah setempat khususnya Dinas Pendidikan lebih fokus terhadap anak – anak pesisir yang masih putus sekolah.
“Pemerintah Aceh maupun Kabupaten/Kota wajib memantau langsung ke wilayah pesisir untuk mencari anak – anak yang putus sekolah. Jangan biarkan mereka bekerja di masa umurnya belajar, karena mereka adalah generasi kita yang akan datang,” harap Kadri.
“Mari kita ciptakan generasi pesisir lebih hebat dari sebelumnya. Generasi pesisir adalah masa depan Aceh yang akan datang,” terang Kadri.
Rubrik       : Nanggroe
Editor       : Jufry Ijup

Pos terkait