BEM Fakultas Pertanian Unsyiah : Pemerintah Pusat Mempertimbangkan Lockdown Total

  • Whatsapp
BEM Fakultas Pertanian Unsyiah : Pemerintah Pusat Mempertimbangkan Lockdown Total

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada hari Senin (2/3/20) dan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Minggu (29/3) Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengungkapkan, penularan virus Corona terus terjadi. Terbukti dengan bertambahnya 130 kasus positif Corona. Sehingga menjadi 1.285 kasus positif. Pasien sudah sembuh bertambah 5 orang. Total pasien sembuh menjadi 64 orang. Kasus kematian bertambah 12 orang. Sehingga menjadi 114 orang yang meninggal akibat kasus ini.

Ketua Bem Fakultas pertanian Alis Syarmalis pada media infonanggroe.com, Minggu 29 Maret 2020 mengungkapkan melihat kondisi yang terjadi saat ini, sudah seharusnya pemerintah harus mempercepat langkah dalam menangani virus yang sudah menjadi pandemi global ini. Angka kematian yang terjadi di Indonesia cukup tinggi di dunia, dikutip dari Tempo.co rasio kematian akibat Virus Corona di Indonesia mencapai 8,37 persen dan itu merupakan angka yang cukup tinggi.

“Kita mengapresiasi langkah pemerintah dalam menanggani virus Covid-19 ini karena pemerintah telah melakukan langkah – langkah strategis, seperti menghimbau untuk menjaga jarak antar sesama, mulai bekerja dari rumah atau sering di sebut Work From Home, mendatangkan alat kesehatan langsung dari Negara Tiongkok dan melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi strategis”, ucap Alis.

Menurut Wakil Ketua Bem Fakultas Pertanian, Maiful Hari Himbauan physical distancing yang gencarkan baik dari tingkat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Pusat tidak terlalu efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus, karena semua bandara, terminal dan pelabuhan masih terbuka, seharusnya pemerintah segera menutup semua akses transportasi untuk menghentikan virus ini.

“Akan tetapi melihat kondisi tingkat penyebaran virus yang super cepat saat ini, sudah saatnya Indonesia untuk Lockdown, karena dengan dilakukan lockdown secara total maka tingkat penyebaran virus dapat diperlambat karena masyarakat sepenuhnya tidak melakukan kegiatan sosial lagi dan tingkat penyebaran Covid-19 dapat menurun, pemerintah pun bisa fokus dalam melakukan perawatan terhadap orang yang sudah terjangkit virus Covid-19”, ucap Maiful.

Lanjut Maiful yang kita takutkan kondisi Indonesia akan lebih parah daripada Negara di Eropa seperti Italia, lihatlah Italia, negara mereka sudah melakukan lockdown, akan tetapi angka kematian perharinya sangat tinggi, bagaimana dengan Indonesia yang sama sekali tidak lockdown dan hanya mengandalkan physical distancing atau menjaga jarak. Tentu yang kita khawatirkan kondisi Indonesia lebih parah daripada dengan negara Italia, karena perbandingan fasilitas medis dan tenaga medis lebih mumpuni di negara Italia, akan tetapi tingkat kematian negara itu sangat tinggi, kata Maiful.

“Memang benar seperti kata Bapak Presiden Jokowi jika Indonesia tidak cocok untuk melakukan lockdown, akan tetapi jika kondisinya sudah seperti ini karena jumlah masyarakat yang terinfeksi semakin meningkat dan korban meninggal akibat virus ini meningkat, bahkan yang membuat kita semakin sedih 9 dokter Indonesia meninggal dalam sepekan, maka ada baiknya segera terapkan kebijakan lockdown, lalu alihkan beberapa anggaran pembagunan infrastruktur yang tidak terlalu mendesak untuk kebutuhan medis dan suplai kebutuhan pokok kepada masyarakat jika pemerintah melakukan lockdown”, ucap Maiful.

Terakhir, Alis Syarmalis selaku Ketua Bem Fakultas Pertanian Unsyiah juga meminta Pemerintah agar dapat memastikan dan menjamin harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat tidak melonjak tajam. Dan ia juga menuturkan jika wabah ini pasti akan segera berakhir jika semua komponen negara bersatu padu dalam melawan penyebaran Covid-19 ini, dan semoga Negara Indonesia yang kita Cintai ini dijauhkan dari kondisi yang tidak kita inginkan, tegas Alis.

Rubrik       : Nanggroe
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait