Mahasiswa Aceh Menganggap Pemerintah Aceh Lemah Dalam Penanganan Virus Corona

  • Whatsapp
Mahasiswa Aceh Menganggap Pemerintah Aceh Lemah Dalam Penanganan Virus Corona

MEULABOH, INFONANGGROE.com – Akhir-akhir ini pendemi Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) sedang marak dan membuat takut masyarakat indonesia khusus nya Aceh, yang mana penyebaran virus tersebut sangat cepat tercatat hari ini per 25 maret 2020 sudah 790 orang postive, 58 orang meninggal, dan 31 orang pulih akibat covid-19.

Hal tersebut membuat Oges selaku sekjend Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia(IMIKI) Cabang Aceh, menilai pemerintah aceh tidak siap dan lemah dalam hal penanganan virus corona.

“Iya betul pemerintah aceh saya anggap tidak siap dalam hal penanganan kasus ini(covid-19) dan masih sangat lemah” tegas oges. Kamis 26 Maret 2020.

Mahasiswa tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah aceh harus betul-betul siap dalam hal memenuhi kebutuhan medis di setiap rumah sakit rujukan yang di tunjuk oleh pemerintah aceh seperti APD untuk SOP tenaga medis dan alat rapid pendeteksi virus corona untuk tenaga medis yang mana itu sangat dibutuhkan saat ini oleh setiap rumah sakit rujukan yang ada di aceh.

“Hari ini pemerintah aceh belum betul betul sigap dalam hal ini bisa dilihat dari pemenuhan kebutuhan APD tenaga medis dan alat pendeteksi virus corona” pungkas oges.

Dia juga menambahkan bahwa pemerintah Aceh harus serius dan sigap dalam penangan covid-19 karna ini bukan virus sembarangan, oges juga menjelaskan “pemerintah harus siap apabila sewaktu-waktu harus melakukan loockdown yang mana harus dibutuhkan kesiapan dan kematangan serius dalam hal ini” tegas ujarnya.

Tidak hanya itu oges selaku mahasiswa aceh juga mengingat kan kepada pemerintah aceh untuk terus berupaya dengan semaksimal mungkin untuk penanganan virus corona tersebut tidak hanya sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan tetapi pemerintah juga harus siap apabila memang ada korban yang positive terjangkit virus corona.

Di akhir pembicaraan oges menghimbau kepada seluruh masyarakat aceh untuk tetap tenang dan tidak panik dan menjaga pola hidup sehat.”saya juga berharap kepada masyarakat aceh mematuhi dan mendengar anjuran pemerintah terkait physical distancing (menjaga jarak fisik) dari orang lain dan menjaga pola hidup sehat untuk terhindar dari covid-19″ujar oges.

Rubrik       : Kolom

Pos terkait