Ada Apa Dengan Kuliah Online..?

  • Whatsapp
Ada Apa Dengan Kuliah Online..?

KULIAH ONLINE adalah sebuah kebijakan yang di keluarkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan di Jakarta, Minggu 15 Maret 2020. Mengingat Indonesia sedang di serang oleh wabah Covid-19 atau yang biasanya di sebub virus Corona.

Bahkan Preisden Republik Indonesia sendiri menyampaikan dalam pesan singkatnya, sudah saatnya kita bekerja, beribadah dan belajar di rumah.

Muat Lebih

Saya sendiri selaku mahasiswa program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar sangat mendukung penuh kebijakan kuliah online mengingat kondisi sekarang yang memang tidak memungkinkan lagi di terapkan kuliah tatap muka yang seperti biasanya di kampus.

Karena pendidikan itu bisa di peroleh baik secara internal dan eksternal yang bertujuan membangun mindset mahasiswa dalam pembelajaran untuk memahami ilmu kemudian menerapkan , bukan hanya saja nilai yang harus diburu, Selain itu pengajaran juga harus dibarengi dengan pendidikan sehingga tercipta akhlak yang mulia.

Oleh karena itu ketika kampus mengeluarkan kebijakan kuliah online maka dari pihak kampus baik dari segi birokrasi dan dosen harus bisa memahi betul tentang sistem kuliah online karena itu juga memperlihatkan sejauh mana kualitas kampus baik dari segi birokrasi dan dosen itu sendiri, maka dari itu ketika sistem kuliah online ini salah di artikan maka bukan lagi kuliah online yang terjadi, melainkan tugas online yang bisa membebani mahasiswa.

Pada dasarnya kami selaku mahasiswa tidak mengeluh akan dengan tugas online, melainkan ada beberapa faktor juga yang harus di pertimbangkan oleh pihak dosen tersebut karena mengingat kita harus tetap menjaga kesehatan rohani dan jasmani maka tidak boleh ada tekanan mental pada seseorang yang nantinya bisa mengakibatkan dia mudah terserang virus covid-19, maka dari itu kita mahasiswa dan dosen harus saling pengertian dalam melawan wabah virus corona ini, karena rasa kemanusian itu lebih penting dari pada segalanya.

Disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW :

“Barang siapa meringankan satu beban dunia seorang Muslim, maka Allah akan meringankan bebannya di hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan maka Allah akan memudahkannya urusannya dunia dan akhirat.”HR.Buchari.Muslim.

Sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya salah dengan kebijakan kuliah online, tapi coba kita bayangkan apabila setiap dosen menerapkan sistem yang sedemikian rupa, menggantikan materi kuliah online dengan tugas online yang cukup banyak dengan waktu yang terbatas tidak menutup kemungkinan mahasiswa akan kewalahan dan proses pembelajaran menjadi tidak maksimal.

Disisi lain sangat di sayangkan atas sikap diamnya para mahasiswa yang memiliki jabatan di kampus seperti Legeslatif dan Eksekutif mahasiswa misalnya seperti DPM,BEM,SENAT,DEMA,HMJ dimanakah mereka sekarang para pemangku jabatan mahasiswa apakah mereka lebih memilih berdiam diri tanpa mau lagi mendengar keluh kesah mahasiswa, sungguh lucu para mahasiswa yang dulunya mengatakan dirinya sebagai aktivis tapi berdiam diri ketika ada masalah di rumah sendiri dan hal yang sangat di sayangkan mereka tidak lagi mendengar aspirasi mahasiswa.

Maka dari itu saya selaku mahasiswa aktif meminta pihak kampus untuk mengkaji lebih dalam tentang sistem kuliah online dan beberapa poin tuntutan saya :

  1. Kendala akses sinyal internet baik dari kuota sendiri maupun wifi yang susah di akses di perdesaan untuk mengerjakan tugas online.
  2. Beberapa alat elektronik harus terhubung dengan listrik, jika listrik padam maka tidak bisa mengakses jaringan internet.
  3. Fakta dilapangan kami bukan kuliah online, melainkan tugas online dengan waktu yang minim.
  4. Pembelajaran yang terjadi tidak efektif karena tidak ada terjadi komunikasi 2 arah antara mahasiswa dan dosen.
  5. Pengumpulan tugas secara online membuka peluang untuk mahasiswa menjadi generasi copy paste.
  6. Kampus harus memberikan subsidi kuota internet bagi mahasiswa aktif di karenakan mahasiswa tidak mengunakan fasilitas kampus, dengan mengalihkan Uang SPP semester genap.
  7. Kampus juga harus mengklarifikasi atau memberikan subsidi kepada mahasiswa akhir dengan pomotongan SPP atau pengratisan SPP untuk semester depan mengingat karena wabah virus Covid-19 para mahasiswa akhir tidak bisa menyelesaikan Tugas akhirnya untuk menjadi seorang sarjana.

“Salam dari saya selaku mahasiswa biasa untuk para ketua Organisasi mahasiswa dan aktivis mahasiswa yang dulunya saya tau kalian itu gagah, berani dan bertaring, tapi sayang itu hanya dulu kalau sekarang saya rasa para pemimpin organisasi mahasiswa sudah mulai pikun dan ompong pada waktu yang tidak tepat “.

Penulis : Jufri Kabid PAO HMI Komisariat Pertanian Universitas Teuku Umar
Rubrik       : Kolom
Editor       : Jufry Ijup

Pos terkait