AS Menuntut Pemulihan Sanksi PBB Terhadap Iran

  • Whatsapp
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyampaikan pemberitahuan untuk menuntut pemulihan sanksi terhadap Iran kepada presiden Dewan Keamanan PBB [Mike Segar / Pool / Reuters]

INFONANGGROE.com – Presiden AS Donald Trump telah secara resmi memberi tahu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa mereka ingin semua sanksi PBB terhadap Iran dipulihkan, mengklaim pelanggaran Iran yang signifikan terhadap kesepakatan nuklir 2015, dalam sebuah langkah yang menarik penolakan cepat dari negara-negara yang tetap menjadi bagian dari perjanjian tersebut.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyampaikan pemberitahuan kepada presiden Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis, dan kemudian mengatakan kepada wartawan dikutip dari aljazeera bahwa AS memiliki hak untuk memberlakukan kembali sanksi berdasarkan resolusi PBB 2231 yang mengatur aturan kesepakatan antara Iran dan enam kekuatan dunia. AS menarik diri dari perjanjian itu pada 2018.

Baca juga:
Viral Pengunjung Diskotek Pujasera Tewas karena Overdosis, Begini Kata Polisi

“Kami pikir ini sangat mudah, kami pikir ini sangat sederhana,” kata Pompeo.

“Resolusi Dewan Keamanan PBB ini akan kembali berlaku 31 hari dari sekarang, dan Amerika Serikat akan menegakkannya dengan penuh semangat.”

Dia mengatakan dia berharap anggota Dewan Keamanan PBB lainnya untuk “memenuhi kewajiban mereka”.

Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan pada hari Kamis bahwa surat AS “tidak dapat diterima”.

Baca juga:
Pesawat N250 Gatotkaca Karya Habibie Nyaris Nyangkut di Tol Banyumanik

“AS tidak memiliki otoritas hukum. AS tidak memiliki argumen hukum apa pun,” katanya.

Ravanchi mengatakan AS telah gagal memanfaatkan proses sengketa berdasarkan resolusi 2231, menambahkan bahwa sebelum memberitahu Dewan Keamanan AS pasti telah melakukan “upaya dengan niat baik untuk menyelesaikan masalah”. Langkah AS itu “pasti gagal,” katanya.

“Kami yakin tidak akan terjadi apa-apa dalam 30 hari ke depan. Jadi, upaya AS itu sia-sia,” kata Ravanchi.

Rubrik       : Internasional

Pos terkait