Ternyata Korban Pelecehan Anak di Abdya Dua Orang, Begini Kronologisnya

  • Whatsapp
Polres Abdya saat menggelar konferensi pers dihalaman Polres Abdya, di terkait pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur(Foto: Ilyas/anteroaceh)

BLANGPIDIE – Berdasarkan hasil penyelidikan oleh Satreskrim Polres Abdya, ternyata korban pelecehan anak di banwah umur yang dilakukan FD (32) sebanyak dua orang.

Dua korban tersebut masing-masing berinisial CNR (5) dan KS (6) warga salah satu Gampong di Abdya.

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK, melalui Kasatreskrim, AKP Erjan Dasmi mengatakan, pelecehan yang dilkukan terjadi 4 November lalu, saat keduanya sedang tidur di kamar rumah KS. Namun tiba-tiba, menyelinap ke dalam kamar dan mengunci pintu.

Baca juga:
Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur di Abdya Ditangkap, Polisi Ikut Amankan Sabu

“Setelah berhasil masuk kedalam kamar, pertama kali pelaku memaksa korban KS untuk memegang kemaluannya, namun korban ini tidak mau menuruti kemauan pelaku,” jelasnya.

Untuk membujuk korban, pelaku meberikan uang Rp. 2.000 kepada CNR, untuk membeli jajan di warung samping rumah. Setelah itu, korban CNR kembali ke kamar tersebut dan pelaku kembali mengunci pintu.

“Selanjutnya, pelaku membuka celananya sendiri dan menarik tangan korban CNR dan meletakkan tangan korban di pelaku untuk memenuhi hasrat birahi pelaku, namun tidak lama kemudian CNR melepas tangannya dari kemaluan pelaku,” kata Erjan.

Seterusnya, kata Erjan, setelah korban CNR ini melepaskan tangannya, pelaku ini kembali melanjutkan nafsunya dengan tangan sendiri sehingga mengeluarkan sperma dan menuangkannya kedalam cangkir berwarna hijau stabilo.

“Lalu pelaku mengambil sperma dengan tangannya untuk digosok ke kemaluan CNR, pelaku juga menggosok spermanya ke kemaluan KS sehingga ia berteriak dan didengar oleh pamanya,” ucap Erjan.

Mendengar teriakan keponaanya ini, lanjut Erjan, paman dari korban KS ini langsung memasuki kamar dan menanyakan kepada pelaku kenapa keponaan dan pelaku menjawab jika keponaanya lagi ngigo.

Baca juga:
Ny. dr. Maizarniwati Mahyuddin Jabat Ketua ( DWP) Kabupaten Aceh Timur

“Setelah pelaku pergi, korban CNR menceritakan kepada pamannya bahwa pelaku menyuruh dirinya menggosok tangannya ke kemaluan korban. Tak terima perbuatan pelaku ini, ibu kandung CNR membuat laporan ke SPKT Polres Abdya,” terangnya.

Atas dasar itulah, tambahnya, polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku dengan laporan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

Baca juga:
Usai Pelantikan Pejabat Pemprov Aceh Serahterima Jabatan dan Kembalikan Aset

“Dari hasil penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, korban dan hasil pemeriksaan psikologi korban serta pengakuan pelaku, kita sudah meningkatkan status perkara ini ketahap penyidikan,” kata dia.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 huruf E UU No 33 Tahun 2014 Jo Pasal 82 ayat (1) UU No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan penjara paling singat 5 tahun dan paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah.

Rubrik       : Hukum
Editor       : http://anteroaceh.com

Pos terkait