Pelaku Pembunuhan Warga Arongan Lambalek Aceh Barat Ditangkap

  • Whatsapp

ACEH BARAT, INFONANGGROE.com – Polres Aceh Barat berhasil menangkap BT (51) warga Gampong Peulanteu, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat. Atas dugaan tindak pidana pembunuhan yang dilakukannya terhadap Abdullah (38) di sebuah lahan di setempat pada 27 Juli 2020 lalu.

Setelah dilakukan penyelidikan selama 15 hari dengan memeriksa sebanyak 25 orang saksi, motif pembunuhan dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati. Dari hasil keterangan saksi-saksi menyatakan bahwa korban memiliki permasalahan pribadi dengan pelaku BT.

“Permasalahan pertama itu, pagar milik korban dirusak oleh kerbau pelaku lalu sudah empat ekor kerbau milik pelaku yang dibacok oleh korban karena masuk ke dalam kebun korban.” ucap Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda didampingi Wakapolres Kompol Zainuddin serta Kasat Reskrim Parmohonan Harahap dalam konferensi pers di Mapolres Meulaboh, Jum’at (14/8/2020) pagi.

Baca juga:
Implementasi KMA 183 dan 184, K2MA Kemenag bekali Guru PAI dan Bahasa Arab

Kemudian lanjutnya. BT mengakui perbuatannya itu saat tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadapnya di Polres Aceh Barat, Kamis (13/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan pelaku, awalnya pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 sekitar pukul 16.30 WIB. Ia melihat korban melintas dengan sepeda motor membawa sebuah parang, bibit nilam dan daun rumbia menuju kebunnya.

Saat melihat kedatangan korban, pelaku merasa takut jika kerbaunya akan dibacok kembali sehingga ia langsung bergegas pulang ke rumahnya mengganti baju dan membawa sebilah parang dan menyusul ke kebun korban.

“Sesampai dikebun milik korban, pelaku melihat korban hendak membacok kerbau miliknya lalu ia menegur sehingga membuat korban tidak senang dan langsung mendatangi pelaku,” lanjut Kapolres.

Setelah dekat, korban membacok pelaku dengan menggunakan parang miliknya namun ditangkis pelaku dengan sebuah potongan kayu. Dan setelah itu pelaku langsung membacok korban dengan menggunakan parang mengenai leher sebelah kiri korban yang membuat korban berdarah.

Baca juga:
Implementasi KMA 183 dan 184, K2MA Kemenag bekali Guru PAI dan Bahasa Arab

Korban sempat melakukan pengejaran sejauh sepuluh meter dari kebunnya, namun terjatuh dalam keadaan terlungkup sambil memegang sebilah parang. Pelaku sempat terdiam melihat korban selama 10 menit lalu langsung pergi meninggalkan korban di tempat tersebut.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa milik korban yaitu sebuah parang, baju kaos warna putih dan celana kain warna hitam. Serta milik pelaku berupa sebuah parang, baju kaos warna putih dan celana training warna hijau.

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 351 Ayat (3) Jo Pasal 338 Jo Pasal 340 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun dan paling lama dua puluh tahun,” pungkas AKBP Andrianto Argamuda SIK. (*)

Rubrik       : Hukum

Pos terkait