Jokowi : Pemerintah All Out Stabilkan IHSG Dan Rupiah

  • Whatsapp
Jokowi : Pemerintah All Out Stabilkan IHSG Dan Rupiah

Jakarta, INFONANGGROE.com – Presiden Joko Widodo memerintahkan pemangku kebijakan Pasar Keuangan dan Pasar Modal untuk bersiap menghadapi dampak penurunan IHSG dan Rupiah. Minggu 1 Maret 2020

Instruksi Presiden untuk menjaga dan menstabilkan Kepercayaan Investor ini langsung di tindak lanjuti dengan koordinasi OJK, BI ,BEI dan Kementerian BUMN.

Berikut Statement dan langkah yang di lakukan dalam Protokol Krisis:

Ketua Dewan Komisioner OJK ,Wimboh Santoso : Tenang aja, kita sudah punya protokolnya, Kita bisa membolehkan Buyback tanpa RUPS, ujarnya setelah bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Gubernur BI, Perry Warjiyo:
Intervensi BI terhadap stabilitas Pasar & Nilai Tukar. BI akan terus berada di pasar menstabilkan pasar dan nilai tukar, dengan cara triple intervensi yaitu:

1. Intervensi di Spot (jual valas untuk mengendalikan pelemahan Rupiah), 2. Intervensi melalui forward (DNDF), 3. Intervensi melalui pembelian SBN sebesar Rp 100 Triliun (YTD) yang dilepas oleh investor asing,ujarnya di Gedung BI ,Jumat (28/2/2020).

Dirut BEI, Inarno Djajadi: Kita selalu kerjasama dengan OJK, misalnya autorejection saham yang rentangnya lebih lebar, kita kecilkan dan ketentuan Buyback oleh OJK. Ini pernah kita lakukan di krisis-krisis sebelumnya, thn 2008 dan 1998.

Kementerian BUMN : Mendukung program Buyback saham dengan mendorong BUMN dan Swasta untuk berpartisipasi.Banyak saham BUMN yang merosot terlalu dalam dan tidak mencerminkan Foundamental yang sebenarnya.

Pernyataan para pejabat itu langsung di sambut gembira para investor lokal dan asing dengan membeli semua saham milik BUMN. Hal tersebut tercermin menjelang penutupan Bursa IHSG mampu mengalami kenaikan (Rebound) dari -4.5% menjadi -1,5% di 5,452,704.

Praktisi Pasar Modal Ronald Wibisono mengatakan bahwa langkah pemerintah sangat tepat. Buyback adalah cara efektif untuk meyelamatkan pasar modal.Tidak ada dalam sejarah Buyback merugikan Negara dan Perusahaan.Inilah obat paling jitu yang dapat menormalkan kembali kepercayaan Investor karena memberi kesan pemerintah hadir dan peduli, dan memberi keuntungan bagi perusahaan untuk membeli saham yang turun tajam serta menjual kembali di kala market stabil.

IHSG dalam 2 bulan (YTD) telah terpangkas 13.44% serta Rupiah dalam sepekan telah melemah menjadi Rp 14.348 (4,24%). Semoga langkah Pemerintah yang di wakili oleh OJK,BEI dan Kementrian BUMN yang bekerjasama dengan BI dapat memberikan sentiment positif bagi para investor.

Aliexpress WW
Rubrik       : Bisnis

Pos terkait