Jokowi Ingin 2024 Tak Ada Lagi Penduduk Sangat Miskin

  • Whatsapp
Jokowi Ingin 2024 Tak Ada Lagi Penduduk Sangat Miskin
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dan Menteri Perdangangan Agus Suparmanto dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020. Rapat kerja itu mengangkat tema Akselerasi Peningkatan Ekspor dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Menuju Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

INFONANGGROE.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap kemiskinan ekstrem hilang dari Indonesia pada 2024. Saat ini berdasarkan data Bank Dunia, jumlah penduduk Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok sangat miskin mencapai 9,91 juta jiwa atau sekitar 3,4 persen dari total penduduk.

Jokowi meminta jajarannya untuk fokus mengentaskan kemiskinan dari kelompok sangat miskin. “Data tentang siapa dan di mana warga kita ini harus betul-betul akurat sehingga program bisa disasarkan tepat pada kelompok sasaran yang kita inginkan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

Pengertian penduduk sangat miskin menurut Bank Dunia adalah orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 1,91 per hari atau kurang dari Rp30.000 per hari dengan asumsi kurs 1 dolar AS sama dengan Rp 14.130.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta program pengentasan kemiskinan terkonsolidasi dan terintegrasi sehingga tepat sasaran. Jokowi meminta setiap kementerian dan lembaga berbagi peran.

Presiden pun meminta perusahaan pelat merah dan swasta fokus memberikan bantuan kepada penduduk sangat miskin. “Kalau betul bisa konsolidasi saya yakin angka nol (kemiskinan esktrem) bisa kita lakukan,” kata Jokowi.

Secara total, penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,7 juta jiwa per September 2019. Angka ini merepresentasikan 9,22 persen dari total penduduk di Indonesia.

Jokowi mengapreasiasi pencapaian tersebut, mengingat pada 2015 posisi Indonesia berada pada 11,22 persen. “Angka di bawah 10 persen ini adalah capaian yang sangat baik namun pekerjaan besar kita belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan kita,” kata Jokowi.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui program pengentasan kemiskinan dan stunting masih belum tepat sasaran. Penyelarasan data diyakini akan mengurangi masalah tersebut. Pemerintah menargetkan penurunan rasio kemiskinan menjadi 6,5 persen dan stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Aliexpress WW
Rubrik       : Bisnis
Editor       : https://tempo.co

Pos terkait